Local Hero Pertamina Perkuat Kemandirian Energi di Desa

Pertamina fokus sertifikasi tenaga ahli lokal pengelola PLTS desa untuk mendukung kemandirian energi, program DEB, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kholida Rahman

pertamina-perkuat-sdm-local-hero,-bangun-kemandirian-energi-desa
Pertamina Perkuat SDM Local Hero, Bangun Kemandirian Energi Desa

Jakarta – PT Pertamina (Persero) kini fokus mencetak tenaga ahli lokal melalui sertifikasi kompetensi bagi para pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai pelosok desa.

Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan operasional infrastruktur energi bersih yang telah dibangun dalam program Desa Energi Berdikari (DEB).

Hingga saat ini, sebanyak 128 pengelola atau local hero telah mengantongi sertifikasi resmi sebagai operator PLTS.

Terbaru, sebanyak 21 orang mengikuti pelatihan dan sertifikasi di Magelang pada awal Agustus 2026 untuk memperdalam pemahaman teknis serta regulasi ketenagalistrikan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa kemandirian masyarakat adalah kunci utama keberhasilan transisi energi.

“Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya,” ujar Baron.

Ia menambahkan, para local hero berperan sebagai mitra strategis agar program energi bersih tidak sekadar menjadi proyek fisik, melainkan penggerak ekonomi desa.

Program DEB sendiri telah menjangkau 262 desa dengan total kapasitas energi terbarukan mencapai 1.302.700 Wp.

Dampak nyata dari program ini dirasakan langsung oleh warga seperti Alfredo Nicholas Saputra Kolin di Papua Barat Daya.

Alfredo kini bertanggung jawab menjaga PLTS agar sistem penyediaan air bersih bagi warga Kampung Posa tetap berjalan lancar.

“Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik,” ungkap Alfredo.

Hal serupa terjadi di Lombok Tengah, di mana Burhanudin berhasil mengoptimalkan produksi minyak kelapa murni (VCO) berkat pasokan listrik dari PLTS.

“Sekarang produksi bisa berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha,” kata Burhanudin.

Secara keseluruhan, inisiatif ini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 283 ribu jiwa dan menciptakan nilai ekonomi mencapai Rp5,65 miliar per tahun.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Pertamina dalam mendukung kemandirian energi nasional serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Rekomendasi