Telkom Percepat Transformasi Bisnis Melalui Spin-Off InfraCo Tahap Dua

PT Telkom Indonesia lanjutkan Spin-Off InfraCo Tahap 2 senilai Rp49,9 triliun, konsolidasikan aset digital ke InfraNexia untuk percepat transformasi dan pertumbuhan layanan infrastruktur.

Rayhan Akhari

sambut-spin-off-tahap-2,-infranexia-topang-konektivitas-wholesale
Sambut Spin-Off Tahap 2, InfraNexia Topang Konektivitas Wholesale

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi melanjutkan langkah transformasi bisnis melalui eksekusi Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.

Langkah strategis ini bertujuan untuk mengonsolidasikan aset infrastruktur digital di bawah pengelolaan PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian krusial dari peta jalan transformasi TLKM 30.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru,” ujar Dian.

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur sekaligus membuka peluang kemitraan yang lebih luas.

Melalui proses ini, InfraNexia akan menguasai lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan milik Telkom.

Aset tersebut mencakup 112.000 kilometer jaringan fiber optik serta 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menyebut langkah ini sebagai upaya menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global,” tutur Seno.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menyatakan kesiapannya dalam mengelola aset tersebut untuk memperkuat layanan konektivitas wholesale.

“Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia,” ungkap Lukman.

Pihak perusahaan memastikan seluruh proses transaksi berjalan secara transparan dan mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Manajemen juga menjamin bahwa pemisahan aset ini tidak akan mengganggu layanan kepada pelanggan karena proses transisi dilakukan secara mulus.

Transformasi ini menempatkan Telkom sejajar dengan operator telekomunikasi global yang telah lebih dulu memisahkan unit infrastruktur untuk meningkatkan efisiensi.

Rekomendasi