Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Adopsi AI Braze Perkuat Layanan

Rayhan Akhari

Telkomsel dan Pertamina Patra Niaga Adopsi AI Braze Perkuat Layanan

Jakarta – PT Telkomsel dan PT Pertamina Patra Niaga resmi mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dari platform Braze untuk mentransformasi sistem interaksi pelanggan.

Langkah strategis ini diumumkan dalam konferensi Grow with Braze Jakarta 2026 yang berlangsung pada 4 Agustus 2026 lalu.

Integrasi teknologi ini bertujuan menciptakan pengalaman pengguna yang lebih personal, relevan, serta bersifat real-time di seluruh kanal digital kedua perusahaan.

Country Director Braze Indonesia, Franz Sihaloho dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (7/8/2026) menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta bisnis perusahaan.

“Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Braze di Asia Pasifik. Kami bangga bahwa dua organisasi berpengaruh di Indonesia, Pertamina Patra Niaga dan Telkomsel, telah memilih Braze untuk mendukung customer engagement yang lebih cerdas dan ditenagai AI bagi pelanggan mereka,” ujar Franz.

Telkomsel secara spesifik menanamkan kapabilitas Braze ke dalam ekosistem aplikasi MyTelkomsel.

Implementasi ini menyasar basis pengguna yang masif, yakni lebih dari 153,5 juta pelanggan seluler.

Dari total tersebut, terdapat lebih dari 62 juta pengguna aktif bulanan yang akan merasakan dampak langsung dari personalisasi layanan berbasis data real-time.

Vice President Digital Experience Telkomsel, Dedi Suherman menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menempatkan pelanggan sebagai pusat inovasi.

“Di Telkomsel, kami terus berinovasi dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap pengalaman digital, termasuk melalui integrasi kapabilitas Braze ke dalam MyTelkomsel untuk menghadirkan interaksi yang lebih cepat dan relevan di setiap tahapan perjalanan pelanggan,” tutur Dedi.

Dedi menambahkan bahwa pemanfaatan AI memungkinkan perusahaan memahami kebutuhan pelanggan secara lebih kontekstual dan aman.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menggunakan platform serupa untuk memperkuat retensi pelanggan melalui rekomendasi produk yang lebih terpersonalisasi.

Perusahaan saat ini sedang mengembangkan strategi komunikasi melalui berbagai kanal digital, termasuk aplikasi seluler, surat elektronik, hingga layanan pesan singkat WhatsApp.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari komitmen transformasi digital untuk mempererat hubungan dengan konsumen.

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan pandangan terkait penggunaan teknologi AI di sektor industri.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai pendukung kreativitas manusia, bukan pengganti.

“Pemasaran kini tidak lagi sekadar mempromosikan produk. Pemasaran adalah tentang memahami manusia, membangun kepercayaan, dan menciptakan hubungan yang bermakna. AI perlu melengkapi dan memperkuat kreativitas manusia,” kata Neil saat menghadiri konferensi tersebut.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab melalui kolaborasi lintas sektor.

Braze sendiri memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan mencapai nilai US$ 360 miliar pada tahun 2030.

Untuk mendukung keamanan data pelanggan sesuai regulasi nasional, Braze telah mengoperasikan pusat data regional di Indonesia selama lebih dari satu tahun terakhir.

Investasi ini diharapkan mampu mengakselerasi penerapan teknologi AI secara bertanggung jawab di berbagai industri tanah air.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar