Mentan Respons Aspirasi Mahasiswa dengan Kunjungi Warga Alor

Menteri Pertanian Amran Sulaiman tinjau langsung harga beras stabil Rp13.000 per kilogram di Alor usai keluhan mahasiswa Adriano Padama terkait distribusi pangan.

persen

mentan-respons-curhatan-adriano:-aspirasi-riil-untuk-masyarakat-alor
Mentan Respons Curhatan Adriano: Aspirasi Riil untuk Masyarakat Alor

Alor – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memutuskan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta demi meninjau langsung kondisi pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8).

Langkah cepat ini diambil sebagai respons atas aspirasi yang disampaikan oleh seorang mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, Adriano Padama.

Sebelumnya, Adriano berani menyuarakan keluhan terkait mahalnya harga beras yang mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram akibat kendala distribusi di daerahnya.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Adriano di hadapan Mentan saat sesi kuliah umum di Semarang pada Kamis (6/8).

Amran mengaku sangat terkesan dengan keberanian mahasiswa tersebut dalam memperjuangkan nasib masyarakat di kampung halamannya.

“Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya adalah membawa aspirasi rakyat nyata,” ujar Amran saat berada di Alor.

Menurut Amran, sosok Adriano merupakan teladan bagi mahasiswa lain karena tidak membawa kepentingan pribadi dalam menyampaikan aspirasi.

“Ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan stok beras di Alor kini telah aman dengan harga yang stabil di angka Rp13.000 per kilogram.

Amran juga telah menginstruksikan Bulog untuk terus melakukan operasi pasar murah tanpa batasan guna menjamin kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.

Adriano yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat terhadap kondisi daerahnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini,” ungkap Adriano.

Rekomendasi