Jakarta – Bank Jakarta resmi menginisiasi pengembangan talenta digital melalui Officer Development Program (ODP) Information Technology Batch I Tahun 2026.
Langkah strategis ini bertujuan mencetak pemimpin masa depan di sektor perbankan yang kompeten, adaptif, dan inovatif.
Program tersebut mengusung tema “Building Future Digital Leaders for a Smarter, Safer, and Stronger Bank Jakarta”.
Kegiatan ini secara resmi dimulai pada Kamis (7/8) dengan menggandeng BINUS University sebagai mitra strategis.
Bank Jakarta memandang bahwa transformasi industri jasa keuangan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan aset atau teknologi semata.
Perusahaan harus memiliki sumber daya manusia yang mampu mengakselerasi perubahan secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa investasi pada talenta digital adalah prioritas mendesak.
“Kami meyakini bahwa kemampuan untuk terus beradaptasi dan berinovasi merupakan fondasi utama agar Bank Jakarta mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan industri yang semakin dinamis,” ujar Agus, dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Sabtu (8/8/2026).
Agus menambahkan bahwa ODP ini disiapkan untuk mendukung transformasi menyeluruh yang sedang dilakukan perseroan.
Transformasi tersebut mencakup aspek bisnis, operasional, manajemen risiko, serta pengembangan budaya kerja.
Pihak manajemen percaya bahwa penguatan teknologi informasi akan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.
Selain itu, inovasi layanan digital juga menjadi kunci untuk menjawab ekspektasi nasabah yang terus berkembang.
Direktur Teknologi & Operasional Bank Jakarta, Daniel Setiawan Subianto, menyoroti tantangan industri yang semakin kompleks.
Tantangan tersebut meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pengelolaan data besar, hingga ancaman keamanan siber.
Daniel menekankan bahwa talenta yang dicari harus mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan solusi teknologi yang tepat.
“Selain penguasaan aspek teknologi, mereka juga dibekali pemahaman mengenai bisnis dan operasional perbankan sehingga mampu menghadirkan solusi digital yang inovatif, memperkuat ketahanan sistem, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung akselerasi transformasi Bank Jakarta secara berkelanjutan,” jelasnya.
Program ini diikuti oleh 17 peserta terpilih yang akan menjalani pendidikan intensif.
Kurikulum yang disusun memadukan kompetensi teknis dengan pemahaman mendalam mengenai ekosistem perbankan.
Direktur Utama Creates by BINUS, Prof. Firdaus Alamsjah, menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis dan manajerial.
Menurutnya, talenta digital masa depan harus memiliki ketangkasan dalam menghadapi dinamika pasar.
“Kami juga mendorong para peserta untuk tidak takut bertanya dan aktif mengeksplorasi berbagai perspektif selama proses pembelajaran,” kata Prof. Firdaus.
Ia menambahkan bahwa rasa ingin tahu dan keberanian untuk belajar adalah elemen krusial bagi talenta masa depan.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan sektor perbankan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang selaras dengan kebutuhan industri.
Melalui program ini, Bank Jakarta berharap dapat memperkuat fondasi organisasi dalam jangka panjang.
Kehadiran para talenta baru ini diproyeksikan menjadi penggerak utama dalam menjaga keandalan sistem perbankan di masa depan.
























