Jakarta – Harga emas batangan bersertifikat yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan akhir pekan, Sabtu (8/8/2026).
Nilai jual logam mulia tersebut tercatat naik sebesar Rp 40.000 per gram.
Saat ini, harga emas Antam berada di angka Rp 2.690.000 per gram.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan harga sebelumnya yang bertengger di posisi Rp 2.650.000 per gram.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga beli kembali atau buyback juga mengalami penguatan.
Logam Mulia mencatatkan kenaikan harga buyback sebesar Rp 50.000 per gram.
Harga buyback saat ini ditetapkan menjadi Rp 2.511.000 per gram, naik dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2.461.000 per gram.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, selisih atau spread antara harga jual dan harga beli kembali emas Antam saat ini adalah Rp 179.000 per gram.
Penting bagi calon investor untuk memahami bahwa Antam memberlakukan dua skema harga dalam transaksi emas batangan.
Harga emas yang tertera merupakan harga yang berlaku saat konsumen melakukan pembelian di gerai Logam Mulia.
Sementara itu, harga buyback merupakan nilai yang diterima konsumen ketika menjual kembali emas tersebut kepada pihak perusahaan.
Selisih sebesar Rp 179.000 per gram tersebut harus menjadi perhatian utama bagi siapa pun yang ingin serius berinvestasi emas.
Tanpa memperhitungkan perbedaan harga ini, investor berisiko salah dalam melakukan kalkulasi potensi keuntungan maupun kerugian.
Mengingat adanya beban selisih harga yang cukup lebar, instrumen emas batangan dinilai lebih relevan untuk tujuan investasi jangka panjang.
Strategi investasi jangka panjang diharapkan mampu menutupi spread tersebut sekaligus memberikan keuntungan melalui kenaikan harga di masa mendatang.
Sebagai gambaran, investor yang membeli emas pada 1 Agustus 2026 dengan harga Rp 2.603.000 per gram saat ini masih menghadapi potensi kerugian sebesar 3,53 persen jika harus menjualnya kembali.
Tren serupa juga terlihat pada pembelian yang dilakukan pada 8 Juli 2026 dengan harga Rp 2.641.000 per gram, yang mencatatkan potensi kerugian sebesar 4,92 persen.
Bahkan, bagi investor yang melakukan pembelian pada 8 Februari 2026 di harga Rp 2.920.000 per gram, potensi kerugian tercatat mencapai 14,01 persen.
Namun, skenario berbeda terjadi bagi investor yang telah menahan aset emasnya dalam periode yang lebih lama.
Pembelian emas pada 8 Agustus 2025 di harga Rp 1.959.000 per gram kini memberikan potensi keuntungan sebesar 28,18 persen.
Lebih jauh lagi, investor yang berinvestasi sejak 8 November 2024 dengan harga Rp 1.527.000 per gram saat ini menikmati potensi keuntungan mencapai 64,44 persen.
Data ini menegaskan bahwa durasi kepemilikan menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan investasi emas batangan di tengah fluktuasi harga pasar yang terjadi hingga Minggu (9/8/2026).






















