Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan mencatatkan penguatan sebesar 2,78 persen selama periode perdagangan sepekan terakhir hingga Jumat (7/8/2026).
Indeks ditutup pada level 6.409,65 pada akhir pekan lalu.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis melalui RTI Business menunjukkan tren kenaikan tersebut berlanjut pada penutupan perdagangan Jumat dengan penguatan harian sebesar 1,04 persen.
Kenaikan indeks secara akumulatif ini terjadi di tengah arus keluar modal asing yang masih konsisten dari pasar modal domestik.
Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell dengan total nilai mencapai Rp 791,2 miliar sepanjang pekan ini.
Meski terjadi tekanan jual oleh investor asing, pasar tetap mampu bertahan di zona hijau berkat dominasi aksi beli domestik pada sektor-sektor strategis.
Sektor perbankan menjadi salah satu motor penggerak utama penguatan indeks dalam sepekan terakhir.
Saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terpantau menjadi sasaran akumulasi investor asing.
Selain sektor perbankan, sektor komoditas juga menarik minat beli asing.
Beberapa emiten komoditas yang masuk dalam daftar belanja investor asing meliputi PT Timah Tbk (TINS), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT).
Aksi beli pada saham-saham tersebut menjadi penyeimbang di tengah derasnya arus keluar modal dari sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya.
Berdasarkan data BEI, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan nilai jual bersih asing atau net sell tertinggi selama sepekan terakhir.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menempati posisi teratas dengan nilai net sell sebesar Rp 339,64 miliar.
Posisi berikutnya diikuti oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan angka penjualan mencapai Rp 297,36 miliar.
Selanjutnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 258,98 miliar.
Emiten otomotif PT Astra International Tbk (ASII) juga tidak luput dari tekanan jual dengan nilai Rp 199,84 miliar.
Peringkat kelima diisi oleh PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan total net sell senilai Rp 187,13 miliar.
Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 110,07 miliar.
Sementara itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan angka penjualan asing sebesar Rp 101,62 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyusul dengan nilai jual bersih Rp 80,05 miliar.
Di posisi kesembilan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 77,8 miliar.
Daftar sepuluh besar emiten dengan net sell asing ditutup oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Kondisi pasar yang menunjukkan ketahanan di tengah arus keluar modal asing ini menjadi sorotan pelaku pasar untuk memproyeksikan arah pergerakan indeks pada pekan depan.





















