Prospek Saham INCO, INKP, CUAN, dan INDY Menarik, Cek Rekomendasinya

Kholida Rahman

Prospek Saham INCO, INKP, CUAN, dan INDY Menarik, Cek Rekomendasinya

Jakarta – Sektor komoditas dan pertambangan di Bursa Efek Indonesia kembali menjadi sorotan utama investor seiring dengan proyeksi kinerja emiten yang dinilai tetap atraktif pada semester kedua tahun 2026.

Meskipun pasar menghadapi tantangan berupa volatilitas harga komoditas global serta dinamika ekonomi makro yang belum stabil, para pelaku pasar tetap optimis terhadap fundamental perusahaan di sektor ini.

Dukungan terhadap optimisme tersebut bersumber dari rencana ekspansi strategis, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta potensi pertumbuhan laba yang solid.

Para analis telah merumuskan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Senin (10/8/2026) dengan mempertimbangkan berbagai katalis positif di masing-masing emiten.

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi salah satu pilihan utama dengan rekomendasi beli dari analis OCBC Sekuritas, Devi Harjoto, yang menetapkan target harga di level Rp 7.500 per saham.

Menurut Devi Harjoto sebagaimana dikutip dari laman resmi OCBC Sekuritas pada Minggu (9/8/2026), kinerja INCO diprediksi akan mengalami akselerasi signifikan pada semester II-2026.

Hal ini didorong oleh rampungnya perbaikan Furnace 3 pada Juni lalu yang diproyeksikan mampu menggenjot produksi nikel matang hingga mencapai 68 ribu ton sepanjang tahun ini.

Selain itu, perseroan juga dinilai memiliki ketahanan manajemen biaya bahan bakar yang baik serta potensi peningkatan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari pemerintah.

Proyek strategis HPAL di Pomalaa yang telah mencapai progres 65% dijadwalkan beroperasi pada kuartal III-2026, yang akan menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan.

Sebelumnya, INCO mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 313,4% secara tahunan menjadi US$ 104,4 juta pada semester I-2026, yang didukung oleh kenaikan volume penjualan bijih nikel.

Di sektor kertas, PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) mendapatkan rekomendasi beli dari analis Bahana Sekuritas, Arvin Lienardi, dengan target harga Rp 10.600 per saham.

Arvin Lienardi mengungkapkan bahwa katalis utama INKP bersumber dari pengoperasian pabrik baru di Karawang dengan kapasitas 2,4 juta ton kertas industri yang diproyeksikan menyumbang pendapatan sebesar US$ 594 juta pada tahun 2026.

Fasilitas baru ini diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan laba inti perseroan sebesar 55% secara tahunan.

Selain itu, harga pulp jenis hardwood (BHK) diprediksi bertahan kuat di atas US$ 600 per ton hingga akhir tahun akibat kendala pasokan global.

Berakhirnya siklus belanja modal besar juga memberikan ruang bagi INKP untuk melakukan deleveraging dan memperbaiki posisi arus kas bebas.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) direkomendasikan dengan status add oleh Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, dengan target harga Rp 935 per saham.

Kinerja CUAN dinilai mendapatkan dorongan positif dari peningkatan volume penjualan batu bara dan mineral serta perluasan portofolio aset tambang yang semakin solid.

Sinergi grup usaha juga berhasil meningkatkan skala bisnis secara signifikan.

Namun, Nafan Aji Gusta menekankan bahwa karena harga saham CUAN telah mengalami apresiasi yang sangat tinggi, potensi kenaikan harga selanjutnya akan bergantung pada realisasi konkret ekspansi aset serta konsistensi pertumbuhan laba.

Terakhir, PT Indika Energy Tbk (INDY) mendapatkan rekomendasi beli dari analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan, dengan target harga Rp 4.750 per saham.

Ariyanto Kurniawan menilai INDY sukses melakukan transformasi bisnis melalui diversifikasi ke sektor tambang emas dan mineral di luar batu bara.

Diversifikasi ini terbukti menjadi mesin pertumbuhan baru yang mampu meredam volatilitas kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar