Kemenkeu Tawarkan SR025, Targetkan Himpun Dana Rp 20 Triliun

Ikhwan Setiawan

Kemenkeu Tawarkan SR025, Targetkan Himpun Dana Rp 20 Triliun

Jakarta – Kementerian Keuangan resmi membuka masa penawaran instrumen investasi syariah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025 mulai hari ini, Jumat (21/8/2026).

Pemerintah mematok target penghimpunan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan surat utang negara berbasis syariah tersebut.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) telah menetapkan besaran imbal hasil atau kupon untuk seri SR025.

Untuk tenor tiga tahun atau SR025-T3, kupon yang ditawarkan mencapai 6,80% per tahun.

Sementara itu, untuk tenor lima tahun atau SR025-T5, pemerintah memberikan imbal hasil sebesar 6,90% per tahun.

Masyarakat dapat mulai melakukan pemesanan instrumen ini dengan nominal minimum sebesar Rp 1 juta.

Batas maksimum pemesanan untuk seri SR025-T3 ditetapkan sebesar Rp 5 miliar.

Sedangkan untuk seri SR025-T5, batas maksimum pemesanan mencapai Rp 10 miliar.

Masa penawaran SR025 akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, yakni sejak 21 Agustus hingga 16 September 2026.

Seri SR025-T3 dijadwalkan akan jatuh tempo pada 10 September 2029.

Sementara itu, seri SR025-T5 memiliki jadwal jatuh tempo pada 10 September 2031.

Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, menjelaskan bahwa penetapan kupon tersebut telah melalui proses pertimbangan matang.

Pemerintah secara spesifik memperhatikan referensi tingkat imbal hasil atau yield yang berlaku di pasar saat ini.

“Perbedaan dengan kupon ORI030 yang belum lama selesai masa penawarannya mencerminkan perbedaan kondisi pasar antara keduanya saat ditawarkan,” kata Deni, Jumat (21/8/2026).

Sebagai catatan, seri ORI030 yang ditutup akhir bulan lalu berhasil menghimpun dana hingga Rp 40 triliun.

Pada saat itu, ORI030 menawarkan kupon sebesar 6,90% untuk tenor tiga tahun dan 7,00% untuk tenor enam tahun.

Meskipun kupon SR025 sedikit lebih rendah dibandingkan seri sebelumnya, DJPPR meyakini daya tarik produk ini tetap tinggi bagi investor ritel domestik.

Optimisme pemerintah didorong oleh basis investor syariah yang memiliki loyalitas tinggi terhadap instrumen berbasis syariah.

“Disamping itu, format syariah dari SR juga memiliki basis investor captive. Berkenaan dengan hal tersebut, kami optimis target indikatif SR025 sebesar Rp20 triliun akan dapat tercapai,” ujar Deni sebagaimana dikutip dari pernyataan resminya.

Pemerintah berharap instrumen ini dapat menjadi alternatif investasi yang aman dan stabil bagi masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan global.

Seluruh proses pemesanan dan informasi lebih lanjut mengenai SR025 dapat diakses melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar