Distribusi Terhambat, Antrean Panjang Kendaraan Mengular di SPBU Palu

Rayhan Akhari

Distribusi Terhambat, Antrean Panjang Kendaraan Mengular di SPBU Palu

Palu – Antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) terpantau mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (21/8/2026).

Fenomena penumpukan kendaraan ini dipicu oleh terhambatnya arus distribusi BBM dari Fuel Terminal Donggala akibat faktor cuaca buruk.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kapal pengangkut BBM mengalami keterlambatan saat hendak bersandar di dermaga terminal bahan bakar.

Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengambil langkah strategis dengan mempercepat jadwal distribusi.

Perusahaan memutuskan untuk memajukan jam pengiriman BBM subsidi jenis Pertalite dari Fuel Terminal Donggala menuju seluruh SPBU di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan operasional penyaluran selama 24 jam penuh.

“Operasional penyaluran dari Depot BBM kami lakukan selama 24 jam, sehingga pasokan dapat segera disalurkan ke SPBU,” ujar Lilik dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Jumat (21/8/2026).

Langkah ini diambil guna memastikan stok BBM di setiap SPBU segera terisi kembali dan mampu melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.

Selain menambah jam operasional penyaluran, pihak Pertamina juga melakukan penyesuaian jam operasional pada sejumlah SPBU.

Kebijakan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta tingkat kebutuhan penyaluran di masing-masing lokasi SPBU.

Lilik menegaskan bahwa stok BBM di depot saat ini sudah dalam kondisi normal dan siap untuk didistribusikan ke seluruh titik penyaluran.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir berlebihan atau melakukan aksi beli panik (panic buying) di SPBU.

“Tidak perlu panik dan warga harus bijak menggunakan BBM subsidi,” kata Lilik.

Menurutnya, perilaku pembelian yang berlebihan justru dapat memperburuk situasi dan menghambat kelancaran pelayanan di SPBU.

Pertamina berkomitmen untuk terus menggenjot percepatan distribusi agar akses masyarakat terhadap Pertalite tetap terjaga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan nyata kendaraan masing-masing.

Untuk mendapatkan informasi terkini atau melaporkan kendala terkait layanan BBM, masyarakat dapat menghubungi layanan Pertamina Customer Solution (PCS) 135.

Layanan tersebut disiapkan untuk melakukan verifikasi serta memberikan tindak lanjut cepat sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Hingga saat ini, Pertamina terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan kelancaran distribusi BBM di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar