Gianyar — PT Bank Maybank Indonesia Tbk menggelar Maybank Marathon Sustainability Day 2026 sebagai rangkaian dari ajang lari internasional Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mencapai agenda puncaknya pada Sabtu, 22 Agustus 2026, di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali.
Acara ini menegaskan transformasi Maybank Marathon dari sekadar kompetisi olahraga menjadi platform kolaborasi untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah satu fokus utama dalam perhelatan ini adalah perayaan satu dekade program Maybank Women Eco-Weavers (MWEW).
Program tersebut dirayakan melalui serangkaian seremoni apresiasi, lokakarya menenun, serta diskusi bertajuk “Impact Society Positively through Partnership”.
Diskusi ini dipandu oleh Group Chief Sustainability Officer Maybank, Datuk Shahril Azuar Jimin, dengan melibatkan mitra strategis seperti Visa dan BMW Group.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyatakan bahwa inisiatif ini sejalan dengan pilar strategis perusahaan, yakni Impacting Society Positively.
“Kami meyakini bahwa dampak yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang menyatukan beragam kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” ujar Steffano sebagaimana dikutip dari dokumen resmi perusahaan, Sabtu (22/8/2026).
Ia menambahkan bahwa semangat kolaborasi ini menjadi motor penggerak bagi ambisi Maybank Marathon untuk menjadi ajang lari netral karbon pada tahun 2030.
Selain itu, Maybank Marathon Sustainability Day 2026 juga menghadirkan inisiatif nyata seperti program “Jejak Hijau Desa Sanding”.
Kegiatan tersebut berfokus pada upaya transformasi Desa Sanding agar menjadi desa yang lebih berkelanjutan.
Terdapat pula Piduh Charity Program yang menargetkan pemberdayaan bagi 100 anak muda, penyandang disabilitas, serta anak yatim di wilayah Bali.
Terkait program MWEW, Datuk Shahril Azuar Jimin menekankan pentingnya sinergi dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memajukan ekonomi masyarakat.
“Perjalanan ini bukan dibangun oleh satu pihak saja, tetapi melalui kolaborasi para perempuan penenun, petani, mitra program, masyarakat dan berbagai pihak,” jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).
Hingga pertengahan tahun 2026, MWEW telah mencatatkan capaian signifikan di lima negara ASEAN.
Program ini berhasil memberdayakan 2.617 perempuan penenun dan memberikan dukungan kepada 3.024 petani.
Di sektor lingkungan, MWEW telah berkontribusi melalui budidaya lebih dari 813.500 pohon murbei serta puluhan ribu tanaman kapas dan abaka.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi fondasi utama dalam setiap langkah transformasi Maybank Marathon ke depan.
Langkah dekarbonisasi yang terukur terus dilakukan guna memastikan ajang lari ini memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat luas.






















