CMRY Tebar Dividen Interim Rp 793 Miliar, Simak Jadwal dan Rekomendasi

Ikhwan Setiawan

CMRY Tebar Dividen Interim Rp 793 Miliar, Simak Jadwal dan Rekomendasi

Jakarta – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 dengan nilai Rp100 per saham. Keputusan korporasi ini telah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 26 Agustus 2026.

Total dana yang dialokasikan perusahaan untuk pembagian dividen tersebut mencapai Rp793,46 miliar. Angka ini merepresentasikan sekitar 67,8% dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang semester I-2026 yang tercatat sebesar Rp1,17 triliun.

Manajemen CMRY menetapkan tanggal pencatatan atau recording date bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen pada 7 September 2026. Untuk pasar reguler dan negosiasi, investor harus memperhatikan tanggal cum dividen yang jatuh pada 3 September 2026, diikuti oleh ex dividen pada 4 September 2026. Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 7 September 2026 dan ex dividen pada 8 September 2026.

Kinerja keuangan perusahaan yang solid sepanjang semester pertama menjadi landasan utama pembagian dividen ini. Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 17,88% secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026), menilai bahwa pencapaian tersebut mencerminkan kekuatan struktural bisnis perusahaan. Menurutnya, pertumbuhan pada segmen dairy yang mencapai 54% secara tahunan selama empat kuartal berturut-turut merupakan bukti nyata dari keberhasilan inovasi produk dan ekspansi distribusi yang dilakukan perusahaan.

Meskipun menunjukkan performa positif, perusahaan tetap menghadapi tantangan terkait tekanan margin laba kotor atau gross profit margin (GPM). Wafi menuturkan, peningkatan biaya bahan baku seperti susu bubuk dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor penghambat yang perlu dicermati investor ke depan.

Di sisi lain, analis UBS Sekuritas Indonesia, Alex Manoonpol, menyoroti strategi jangka panjang perusahaan dalam memperluas penetrasi pasar. Melalui riset tertanggal 3 Agustus 2026, Alex menjelaskan bahwa fokus pada inovasi produk, seperti peluncuran varian makanan baru dan pengembangan jaringan gerai, menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan. Perusahaan menargetkan peningkatan jumlah gerai produk chilled serta penambahan agen distribusi hingga tahun 2030 mendatang.

Terkait prospek investasi, para analis memberikan respons yang cenderung positif terhadap saham CMRY. Alex Manoonpol mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp6.300 per saham. Senada dengan itu, Hansen Christian Seng dari Sucor Sekuritas juga memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp5.620 per saham. Adapun Abdul Azis Setyo Wibowo dari Kiwoom Sekuritas Indonesia merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp4.900 per saham.

Ke depan, stabilitas rupiah dan keberlanjutan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai akan menjadi katalis utama bagi kinerja CMRY. Namun, investor tetap disarankan untuk memantau fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi tekanan biaya operasional yang tinggi akibat karakteristik bisnis cold-chain yang mereka miliki.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar