Investor Asing Borong Miliaran Saham GOTO di Bawah Harga Pasar

persen

Investor Asing Borong Miliaran Saham GOTO di Bawah Harga Pasar

Jakarta – Morgan Stanley and Co. International Plc resmi meningkatkan porsi kepemilikannya di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) hingga melampaui ambang batas 5 persen.

Langkah strategis ini dilakukan melalui dua transaksi terpisah yang dieksekusi pada 21 Agustus 2026.

Berdasarkan data keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen perusahaan pada Rabu (26/8/2026), investor asing tersebut mengakumulasi total 3.795.863.900 lembar saham GOTO.

Rincian transaksi menunjukkan pembelian pertama sebanyak 3.138.522.500 saham.

Selanjutnya, Morgan Stanley menambah kepemilikan dengan menyerap 657.341.400 saham tambahan.

Seluruh transaksi tersebut diselesaikan pada harga Rp23 per saham.

Nilai total dari akumulasi saham tersebut mencapai kisaran Rp87,3 miliar.

Peningkatan porsi saham ini mengubah struktur kepemilikan Morgan Stanley secara signifikan.

Sebelum aksi korporasi ini, Morgan Stanley tercatat menggenggam 55.572.469.938 saham GOTO, atau setara dengan 4,8 persen hak suara.

Setelah transaksi terbaru, jumlah kepemilikan mereka terdongkrak menjadi 59.368.333.838 saham.

Angka tersebut merepresentasikan sekitar 5,1 persen hak suara di dalam perusahaan teknologi tersebut.

Manajemen GOTO mengungkapkan bahwa transaksi dilakukan melalui skema repurchase agreement (repo).

Tujuan utama dari pembelian saham ini dikategorikan sebagai bentuk investasi.

Perlu dicatat bahwa harga transaksi sebesar Rp23 per saham berada di bawah harga pasar reguler.

Pada penutupan perdagangan bursa hari Rabu (26/8/2026), saham GOTO bertengger di level Rp50 per lembar.

Selisih harga yang cukup lebar antara nilai transaksi repo dan harga pasar menyoroti karakteristik teknis dari instrumen repo itu sendiri.

Transaksi repo memiliki mekanisme yang berbeda dibandingkan dengan pembelian saham di pasar reguler atau pasar negosiasi konvensional.

Struktur transaksi ini sering kali melibatkan kesepakatan khusus antara pihak pemberi pinjaman dan peminjam dana dengan jaminan saham.

Langkah Morgan Stanley dalam menguasai lebih dari 5 persen hak suara menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar.

Posisi ini memberikan pengaruh lebih besar bagi investor asing tersebut dalam ekosistem perusahaan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan lebih lanjut mengenai rencana jangka panjang Morgan Stanley pasca menembus ambang batas kepemilikan 5 persen tersebut.

Pergerakan saham GOTO sendiri terus dipantau ketat oleh investor di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif sepanjang pekan ini.

Aksi korporasi ini menambah daftar panjang keterlibatan lembaga keuangan global dalam struktur permodalan perusahaan teknologi di Indonesia.

Kepemilikan di atas 5 persen umumnya menuntut kewajiban pelaporan yang lebih ketat sesuai dengan regulasi otoritas pasar modal yang berlaku.

Investor tetap disarankan untuk mencermati keterbukaan informasi lebih lanjut terkait perubahan posisi kepemilikan saham oleh institusi besar di masa depan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar