New York – Bursa saham Amerika Serikat mengawali perdagangan Jumat (28/8/2026) dengan pergerakan yang cenderung stagnan.
Para pelaku pasar memilih untuk mengambil posisi hati-hati dalam menanti pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, di simposium Jackson Hole.
Ketidakpastian arah kebijakan moneter menjadi sentimen utama yang menghambat laju pasar di akhir pekan ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average terpantau naik tipis 42,5 poin atau 0,08% ke level 53.611,94.
Indeks S&P 500 juga menunjukkan penguatan tipis sebesar 4,2 poin atau 0,05% menjadi 7.735,17.
Sebaliknya, indeks Nasdaq Composite justru terkoreksi 25,4 poin atau 0,10% ke posisi 26.515,989.
Pidato Kevin Warsh di Wyoming dianggap krusial karena akan menutup rangkaian pekan yang dipenuhi laporan keuangan perusahaan besar dan rilis data ekonomi krusial.
Sejauh ini, Warsh belum memberikan sinyal eksplisit mengenai langkah suku bunga ke depan.
Namun, keterlibatan Departemen Keuangan AS dalam meredam gejolak pasar obligasi pekan lalu membuat setiap pernyataan pejabat otoritas moneter kini mendapat perhatian ekstra.
Investor berupaya memetakan arah kebijakan The Fed setelah data inflasi sepanjang bulan ini menunjukkan hasil yang beragam.
Chief Investment Officer Mast Investments, Yung-Shin Kung, menilai investor kini berada dalam posisi yang cukup waspada.
“Investor cukup khawatir untuk tetap berinvestasi karena beberapa pergerakan saham sudah berada pada level yang membuat tidak nyaman,” ujar Yung-Shin Kung dikutip dari Reuters, Jumat (28/8/2026).
Ia menambahkan bahwa data inflasi saat ini menjadi lebih sulit diinterpretasikan akibat volatilitas harga energi.
“Pertanyaan yang lebih besar bagi semua orang adalah apa yang sedang dilihat Menteri Keuangan Scott Bessent dan apa implikasinya terhadap kebijakan moneter,” lanjutnya.
Berdasarkan data CME FedWatch, pasar saat ini memprediksi peluang sekitar 36% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September.
Di sektor teknologi, euforia saham berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai kehilangan momentumnya.
Saham-saham semikonduktor mengalami tekanan jual setelah reli pada sesi perdagangan sebelumnya.
Wakil Presiden Investment Strategy di Glenmede, Mike Reynolds, berpendapat bahwa pasar kini membutuhkan katalis baru untuk mempertahankan pertumbuhan saham chip.
“Untuk perusahaan chip, investor sedang mencari katalis baru,” kata Mike Reynolds sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (28/8/2026).
Menurut Reynolds, pasar sebenarnya sudah mengantisipasi peningkatan pendapatan dari ekspansi pusat data, namun pertumbuhan di masa depan masih dipertanyakan.
Saham Nvidia tercatat turun 0,2% dalam perdagangan pra-pasar.
Demikian pula dengan Micron Technology dan Intel yang masing-masing melemah lebih dari 1,5%.
Marvell Technology mengalami tekanan paling signifikan dengan penurunan sebesar 7,7% di tengah keraguan investor terkait realisasi pendapatan dari kemitraan AI dengan Google.
Di luar sektor teknologi, saham PayPal anjlok 14,4% pasca pembatalan rencana akuisisi oleh konsorsium Advent dan Stripe.
Sebaliknya, saham Gap melonjak 17,4% setelah pengangkatan CEO baru untuk Old Navy serta kenaikan proyeksi laba tahunan.
Ulta Beauty mencatatkan penurunan 1,1% setelah melambatnya pertumbuhan penjualan pada kuartal kedua.
Pasar juga menanti data final sentimen konsumen University of Michigan serta pidato Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee.
Secara mingguan, ketiga indeks utama Wall Street masih berada di jalur positif.
Jika tren ini berlanjut hingga penutupan, pasar berpeluang memulihkan kerugian dari pekan sebelumnya yang sempat tertekan lonjakan imbal hasil obligasi.























