Laba Adaro Energy (ADRO) Melesat 76,84% Sepanjang Semester I-2026

persen

Laba Adaro Energy (ADRO) Melesat 76,84% Sepanjang Semester I-2026

Jakarta – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Perusahaan pertambangan ini berhasil membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 309,37 juta.

Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 76,84 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih perusahaan tercatat berada di angka US$ 174,94 juta.

Peningkatan profitabilitas ini didorong oleh kenaikan pendapatan usaha yang cukup agresif.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8/2026), pendapatan usaha ADRO mencapai US$ 999,24 juta.

Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 16,50 persen dibandingkan pendapatan pada semester pertama tahun 2025 yang sebesar US$ 857,69 juta.

Segmen pertambangan menjadi kontributor utama pendapatan dengan nilai mencapai US$ 581,81 juta.

Selain itu, segmen jasa pertambangan turut memberikan sumbangsih sebesar US$ 470,82 juta.

Pendapatan dari lini usaha lain-lain tercatat sebesar US$ 28,87 juta, sebelum dikurangi eliminasi senilai US$ 82,25 juta.

Manajemen perusahaan berhasil menjaga efisiensi beban pokok pendapatan di tengah peningkatan volume operasional.

Beban pokok pendapatan hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,55 persen yoy menjadi US$ 576,56 juta.

Kondisi ini berkontribusi langsung pada lonjakan laba bruto perusahaan.

Laba bruto ADRO tercatat naik sebesar 48,69 persen yoy menjadi US$ 422,68 juta pada semester pertama tahun 2026.

Sebagai perbandingan, laba bruto pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai US$ 284,27 juta.

Kinerja operasional juga menunjukkan efisiensi yang terjaga melalui penurunan beban usaha.

Beban usaha ADRO tercatat turun 3,31 persen yoy menjadi US$ 58,35 juta dari sebelumnya US$ 60,35 juta.

Efek kombinasi dari peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya ini mendongkrak laba usaha perusahaan secara signifikan.

Laba usaha tercatat melesat 87,75 persen yoy menjadi US$ 381,76 juta dari posisi sebelumnya di angka US$ 203,33 juta.

Selain itu, perusahaan mencatatkan pendapatan lain-lain neto sebesar US$ 17,43 juta.

Hasil ini berbanding terbalik dengan posisi tahun sebelumnya di mana perusahaan sempat mencatatkan beban lain-lain sebesar US$ 20,60 juta.

Dari sisi posisi keuangan, total aset PT Alamtri Resources Indonesia Tbk hingga akhir semester pertama tahun 2026 mencapai US$ 7,80 miliar.

Struktur permodalan perusahaan terdiri dari liabilitas sebesar US$ 2,68 miliar dan ekuitas sebesar US$ 5,13 miliar.

Kinerja positif ini menempatkan ADRO dalam posisi yang cukup solid untuk menghadapi tantangan ekonomi di sisa tahun 2026.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar