Simak Rekomendasi Saham Pilihan yang Layak Dilirik Pekan Ini

Rayhan Akhari

Simak Rekomendasi Saham Pilihan yang Layak Dilirik Pekan Ini

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak mendatar atau sideways dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi sepanjang pekan ini, tepatnya pada periode perdagangan Senin (31/8/2026).

Proyeksi ini muncul setelah indeks utama bursa domestik tersebut menutup perdagangan akhir pekan lalu di level 6.518,12, yang mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,05 persen secara harian.

Secara akumulatif dalam satu pekan terakhir, IHSG mengalami pelemahan sebesar 0,12 persen dibandingkan posisi penutupan pada Jumat (21/8/2026) di angka 6.525,69.

Managing Director of Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai pergerakan pasar saham nasional masih dibayangi oleh ketidakpastian global maupun domestik.

“Proyeksi Senin (31/8/2026), Kami melihat IHSG berpotensi mixed cenderung melemah dengan volatilitas tinggi. Support berada di sekitar 6.500 kemudian 6.450, sedangkan resistance di 6.540 – 6.600,” ujar Harry Su, dikutip dari laporan resmi perusahaan, Sabtu (29/8/2026).

Harry menjelaskan bahwa sentimen dari luar negeri yang paling mendominasi adalah arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) serta fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah AS dan pergerakan kurs dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, faktor domestik yang menjadi perhatian utama investor meliputi stabilitas kondisi politik nasional, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dampak dari rebalancing indeks MSCI.

Pelaku pasar disarankan untuk lebih selektif dalam menempatkan modal dan menerapkan strategi buy on weakness guna meminimalisir risiko selama periode volatilitas tinggi ini.

Harry menambahkan bahwa sektor basic materials dan consumer non-cyclicals memiliki peluang lebih besar untuk mencatatkan kinerja outperform dibandingkan sektor lainnya.

Sebaliknya, sektor properti dan teknologi dinilai memerlukan kewaspadaan ekstra karena memiliki sensitivitas tinggi terhadap kenaikan imbal hasil obligasi serta sentimen risk-off di pasar global.

Di sisi lain, Junior Research Analyst Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Axmal Fauza, menyoroti sejumlah data ekonomi makro yang akan menjadi penggerak pasar dalam beberapa hari ke depan.

Data tersebut mencakup ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat, Non-Farm Payrolls AS, Retail Sales Jepang, hingga NBS Manufacturing PMI China yang dipantau ketat oleh investor global.

Di dalam negeri, rilis data neraca perdagangan, angka inflasi, serta data kunjungan wisatawan akan menjadi indikator penting bagi pelaku pasar domestik.

Axmal memproyeksikan rentang pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan berada di kisaran level 6.175 sebagai batas support kedua hingga level 7.070 sebagai batas resistance kedua.

Terkait pemilihan aset investasi, beberapa saham yang dinilai menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar antara lain INDF, BRMS, TINS, BULL, serta TOWR.

Khusus untuk saham-saham yang terdampak langsung oleh aksi rebalancing MSCI, para investor diharapkan untuk tetap waspada karena potensi volatilitas harga yang lebih besar dibandingkan saham lainnya.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar