Perusahaan Cina Jajaki Peluang Investasi Budidaya Tiram di Banyuwangi

Rayhan Akhari

Perusahaan Cina Jajaki Peluang Investasi Budidaya Tiram di Banyuwangi

Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjajaki kerja sama investasi strategis dengan perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, untuk mengembangkan sektor budidaya dan industri pengolahan tiram.

Langkah ini menandai upaya daerah dalam mengoptimalkan potensi kelautan melalui konsep blue industry yang menitikberatkan pada aspek keberlanjutan lingkungan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengonfirmasi ketertarikan perusahaan asing tersebut dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Banyuwangi, Rabu (2/9).

“Kemarin kami kedatangan tamu investor dari Tiongkok, dan mereka tertarik untuk mengembangkan budidaya tiram. Sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat,” kata Ipuk dikutip dari Antara.

MATA Ecology dikenal sebagai perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam budidaya tiram, pengelolaan sumber daya pesisir, hingga pengembangan produk turunan.

Pemerintah daerah menyambut positif rencana investasi ini karena dinilai sejalan dengan visi pembangunan Banyuwangi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian ekosistem.

Ipuk menegaskan bahwa proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga penguatan sektor perikanan lokal.

“Kami yakin budidaya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Selain dampak ekonomi langsung, pengembangan investasi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi pesisir.

Sinergi tersebut juga ditargetkan mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu pilar utama pembangunan di wilayah ujung timur Pulau Jawa ini.

Direktur Utama MATA Ecology, Wang Yong Ming, menjelaskan bahwa rencana investasi mereka mencakup alur bisnis yang komprehensif, mulai dari tahap budidaya hingga hilirisasi produk.

Perusahaan berencana memanfaatkan cangkang tiram menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan baku pupuk organik.

Wang Yong Ming mengungkapkan bahwa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pertama investasi perusahaan tersebut di Indonesia karena karakteristik geografis dan iklim yang sangat mendukung.

“Dalam penilaian kami, di sini tidak ada angin topan, suhunya sangat cocok sehingga bisa untuk melakukan budidaya tiram sepanjang tahun,” ujarnya dikutip dari Antara.

Selain faktor cuaca, ketersediaan sumber daya manusia di Banyuwangi juga menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan dalam merealisasikan proyek budidaya tiram ini.

Hadirnya investasi ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pengembangan industri perikanan berbasis teknologi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan laut di pesisir Banyuwangi.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar