Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, DEWA dan AADI Disorot

persen

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, DEWA dan AADI Disorot

Jakarta – Pasar saham Indonesia menunjukkan fase konsolidasi pada perdagangan Rabu (2/9/2026) setelah sempat mencatatkan reli penguatan yang cukup signifikan pada sesi sebelumnya. Indeks LQ45, yang menjadi barometer utama pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, mengalami tekanan jual yang cukup luas di hampir seluruh sektor.

Data perdagangan menunjukkan penurunan aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total nilai transaksi harian tercatat merosot ke angka Rp16,8 triliun, turun drastis dibandingkan nilai transaksi pada sesi sebelumnya yang mencapai Rp20,7 triliun.

Kondisi pasar juga ditekan oleh aksi jual investor asing. Berdasarkan Pusat Data Kontan dan RTI, pelaku pasar asing mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp326,6 miliar dengan total volume penjualan mencapai 5,59 miliar saham.

Dalam dinamika perdagangan saham LQ45, PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) mencatatkan penurunan paling dalam di kelompoknya. Saham AADI terkoreksi sebesar 2,07% setelah sempat mengalami penguatan tipis pada sesi sebelumnya.

Berbanding terbalik dengan tren pelemahan tersebut, PT Bukit Asam (PTBA) justru menunjukkan performa tangguh. Saham PTBA berhasil melanjutkan momentum positif dengan kenaikan 1,87%, melanjutkan tren debut kuat yang dicatatkan pada perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) terpantau stagnan di level 2.240. Di sisi lain, enam saham lainnya dalam kelompok LQ45 mencatatkan pelemahan dengan kisaran di bawah 2%.

Pergerakan saham di luar kelompok utama juga mengalami tekanan serupa. PT Darma Henwa (DEWA) menjadi saham dengan penurunan terbesar di kelompok ini, yakni sebesar 2,16%.

Tekanan jual juga menyasar saham-saham sektor komoditas dan energi. PT Amman Mineral Internasional (AMMN) melemah 2,06%, disusul oleh PT United Tractors (UNTR) yang mengalami koreksi sebesar 2,05%.

Di tengah tren pelemahan tersebut, beberapa saham terpantau bergerak mendatar atau stagnan. PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT Bumi Resources (BUMI) memilih untuk beristirahat setelah sempat melesat tajam pada perdagangan sebelumnya.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) juga tercatat stagnan di level 50. Kondisi ini dinilai sebagai kelanjutan dari pola pergerakan datar yang kerap terjadi pada saham tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Analis pasar mencermati rasio fundamental yang menjadi acuan investor dalam menilai valuasi. Rasio price earning ratio (PER) digunakan untuk melihat perbandingan harga saham terhadap laba bersih per lembar. Sementara itu, rasio price to book value (PBV) digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Berdasarkan data Pusat Data Kontan dan RTI, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) saat ini memegang status sebagai emiten dengan rasio PBV terendah di antara 20 saham yang dipantau, yakni berada di level 0,38 kali.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar