Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memberikan tanggapan resmi terkait spekulasi pemanfaatan Gedung Graha Merah Putih di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, sebagai kantor baru bagi Badan Gizi Nasional (BGN).
Gedung tersebut merupakan salah satu aset strategis yang pengelolaannya berada di bawah entitas anak usaha Telkom, yakni PT Telkom Landmark Tower (TLT).
Isu yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa sekitar 500 karyawan Telkom yang saat ini menempati gedung tersebut akan segera direlokasi.
Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower, Suratman, mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini sedang menjalankan program optimalisasi aset properti di lingkungan TelkomGroup.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi dari aset-aset yang dikelola perusahaan.
“Tentunya dengan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan seluruh ketentuan bisnis yang berlaku,” ujar Suratman sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulisnya, Selasa (2/9/2026).
Suratman menjelaskan bahwa optimalisasi aset merupakan bagian dari strategi konsolidasi dan efisiensi ruang kerja yang dijalankan secara bertahap dan terukur.
Pihak manajemen memastikan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu operasional maupun layanan Telkom kepada para pelanggan.
Selain itu, perusahaan menjamin bahwa proses konsolidasi ini tidak akan berdampak negatif terhadap status maupun hubungan kerja para karyawan.
“Kami juga berkomitmen penuh untuk menjaga kepastian dan keberlangsungan kegiatan para tenant yang saat ini berada di gedung-gedung kami,” ucapnya.
Terkait potensi penggunaan gedung oleh instansi pemerintah, Telkom menyatakan terbuka terhadap peluang kerja sama dengan pihak manapun.
Namun, Suratman menegaskan bahwa setiap proses pemanfaatan aset akan dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan regulasi yang ada.
“Untuk setiap potensi kerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan instansi pemerintah, kami pastikan akan mengikuti seluruh prosedur dan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Berdasarkan laporan keuangan semester pertama 2026, Telkom mencatatkan total aset sebesar Rp 303,08 triliun.
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 5,33% dibandingkan posisi aset pada Desember 2025 yang tercatat sebesar Rp 287,75 triliun.
Rincian aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp 80,83 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 222,15 triliun.
Hingga berita ini diturunkan pada Kamis, 3 September 2026, pihak Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, belum menanggapi permintaan konfirmasi mengenai rencana penempatan kantor di gedung milik Telkom tersebut.
Pertanyaan terkait skema kerja sama, rencana pemanfaatan gedung, hingga sumber anggaran yang digunakan oleh BGN juga belum mendapatkan jawaban.
Langkah efisiensi ruang kerja yang dilakukan Telkom ini dipandang sebagai upaya korporasi untuk memperkuat fundamental keuangan melalui optimalisasi aset tetap yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pusat bisnis Jakarta.






















