Pasar Game Tembus Rp32 Triliun, Pemerintah Dorong Esports Jadi Penggerak Ekonomi

persen

Pasar Game Tembus Rp32 Triliun, Pemerintah Dorong Esports Jadi Penggerak Ekonomi

Jakarta – Industri permainan daring atau gim di Indonesia kini menjadi pilar strategis dalam memperkuat ekonomi nasional dengan valuasi mencapai Rp 32 triliun berdasarkan catatan tahun 2025.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti bahwa besarnya nilai ekonomi tersebut tidak terlepas dari peran ekosistem esports yang tumbuh secara eksponensial di dalam negeri.

Sekretaris Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Aryo Pamoragung, menegaskan bahwa esports bukan lagi sekadar hobi, melainkan sektor industri yang krusial dalam ekosistem digital.

“Industri game itu bukan lagi sekedar permainan sebelah mata, ini industri yang sangat besar, dan bagian dari ekosistem digital,” ujar Aryo saat menghadiri Turnamen Esports Mobile Legends dalam rangkaian Hari Bhakti Postel ke-81 di Rasuna Epicentrum, Jakarta, Jumat (4/9), dikutip dari siaran pers.

Integrasi turnamen esports ke dalam agenda resmi Hari Bhakti Postel tahun 2026 ini merupakan langkah perdana yang diharapkan mampu memicu pertumbuhan industri gim nasional secara lebih luas.

Pemerintah mendorong para pelaku di sektor digital tidak hanya puas menjadi pemain, tetapi juga mulai bertransformasi menjadi pengembang atau kreator gim lokal.

“Kami harap rekan-rekan yang hadir di sini tidak hanya jadi pemain, tapi juga memunculkan creator-creator game di Indonesia, creator game lokal, developer-developer game lokal, sehingga pasar game di Indonesia ini tidak hanya dinikmati oleh luar, tapi Indonesia bisa mengambil manfaat ekonomi disitu,” tambah Aryo.

Optimisme terhadap sektor ini juga didukung oleh data proyeksi PwC yang memprediksi nilai pasar esports Indonesia akan menembus angka US$ 2,4 miliar pada tahun 2029 mendatang.

Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA), Ibnu Sulistyo Riza Pradipto, menyatakan bahwa terdapat 68 juta pemain gim aktif di Indonesia yang merupakan modal besar bagi masa depan ekonomi digital.

“Esports mendapatkan pengguna 68 juta gamers aktif, ini adalah future work, ini adalah masa depan ekonomi Indonesia,” ungkap Ibnu.

Menurutnya, ekosistem esports menciptakan lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari penyelenggara acara, manajer tim, wasit, hingga caster.

Turnamen yang diinisiasi oleh Asosiasi Penyelenggara Infrastruktur Menara Telekomunikasi (ASPIMTEL) ini diikuti oleh berbagai instansi di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Pengurus ASPIMTEL, Indra Gunawan, menyatakan bahwa antusiasme peserta yang membludak membuktikan tingginya minat terhadap kompetisi gim di lingkungan industri telekomunikasi.

“Tanpa ada konektivitas sudah pasti tidak ada mobile legends. Dan kita percaya dengan konektivitas yang bagus akan mendorong juga industri game, dan mobile legends khususnya, di Indonesia,” kata Indra.

Dalam kompetisi tersebut, tim dari PT Telkom Infrastruktur Indonesia (Infranexia) berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan PT Amron Citinet (ACT) dengan skor akhir 2-0.

Ketua Pelaksana Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko, mengapresiasi partisipasi seluruh insan pos dan telekomunikasi dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Ini merupakan event ketiga, sebelumnya ada seminar, ada funwalk, dan yang cukup meriah sekarang adalah kompetisi gamers hari ini,” ujar pria yang akrab disapa Teddy tersebut.

Seluruh rangkaian peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 ini akan berpuncak pada upacara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 mendatang di Bandung.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar