Jakarta – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) bersiap mengeksekusi rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkokoh struktur permodalan perusahaan sekaligus membiayai ekspansi bisnis di sektor minyak dan gas bumi.
Rencana tersebut telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada Selasa (8/9/2026).
Sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 14 Tahun 2019, emiten ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 271.505.380 saham baru.
Jumlah saham baru tersebut setara dengan maksimal 10% dari total jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perusahaan.
Direktur Utama PT Raharja Energi Cepu Tbk, Sumantri, menyatakan bahwa dana hasil aksi korporasi ini difokuskan untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan.
“Pelaksanaan 10% private placement ini terutama akan digunakan untuk mendukung working capital karena setiap tahun kami mendapatkan cash call,” ujar Sumantri dalam paparan publik secara daring, Kamis (10/9/2026).
Selain memperkuat modal kerja, manajemen RATU menegaskan komitmennya untuk melakukan akuisisi aset migas yang sudah berproduksi.
Strategi akuisisi aset produktif diprioritaskan oleh perseroan untuk dijalankan dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Langkah ini diambil dengan pertimbangan untuk menekan risiko eksplorasi yang tinggi serta mempercepat penguatan kapabilitas keuangan perusahaan.
“Jadi, kita sampai mungkin 2-3 tahun ke depan masih akan terus mencari aset yang produktif karena harapannya mengurangi risiko eksplorasi dan secepat mungkin menambah kapabilitas keuangan perusahaan,” ucap Sumantri.
Lebih lanjut, perusahaan baru akan mempertimbangkan untuk merambah aset bersifat eksploratif setelah kondisi keuangan dianggap cukup stabil dan kuat.
Direktur RATU, Adrian Hartadi, menambahkan bahwa penguatan ekuitas melalui private placement merupakan bagian dari pemenuhan janji prospektus saat perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO.
“Private placement ini sangat kita butuhkan karena janji waktu kita prospektus juga kita melakukan terus bisnis development, akuisisi terutama aset-aset yang sudah producing,” tutur Adrian.
Pihak manajemen optimistis bahwa akuisisi aset yang sudah berproduksi akan memberikan kontribusi positif terhadap neraca keuangan maupun laporan laba rugi perseroan.
Dalam RUPSLB tersebut, para pemegang saham juga menyetujui perubahan Pasal 4 Ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan.
Perubahan ini berkaitan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai konsekuensi logis dari penerbitan saham baru.
Apabila aksi korporasi ini dilaksanakan secara penuh, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh RATU akan melonjak menjadi maksimal 2.986.559.180 saham.
Terkait dampak bagi investor, aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham eksisting dengan batasan maksimal 9,09%.
Namun, pihak manajemen memastikan bahwa proses private placement ini tidak akan mengubah struktur pengendalian atas PT Raharja Energi Cepu Tbk.




















