Kayuagung – Aksesibilitas geografis di wilayah Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjadi tantangan harian bagi para tenaga perbankan dalam menjangkau nasabah di pelosok desa.
Kondisi infrastruktur jalan yang berubah menjadi licin dan berlumpur saat musim hujan menuntut ketangguhan fisik serta mental bagi petugas lapangan.
Alifia Naura Nazifah, seorang Mantri BRI Unit Sumber Hidup di bawah naungan BRI Branch Office Kayu Agung, menghadapi realitas medan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab profesinya.
Ia bertanggung jawab melayani ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, hingga Desa Sido Mulyo.
Mayoritas nasabah yang dilayani Alifia merupakan pelaku sektor perkebunan kelapa sawit dan karet, serta pemilik usaha perdagangan sembako skala kecil.
“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” ujar Alifia, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, jangkauan luas institusinya memungkinkan dirinya berperan sebagai jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.
Setiap harinya, ia harus menempuh perjalanan menggunakan sepeda motor untuk menemui nasabah langsung di rumah maupun di area perkebunan.
Interaksi yang dibangun tidak terbatas pada urusan administratif, tetapi juga mencakup diskusi mengenai perkembangan usaha serta kendala yang dihadapi debitur.
“Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal,” tutur Alifia.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya hadir bukan sekadar sebagai representasi pihak bank, melainkan sebagai mitra diskusi yang memahami tantangan hidup masyarakat setempat.
Pendekatan personal ini memudahkan Alifia dalam menyalurkan solusi pembiayaan yang tepat, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes.
Fasilitas tersebut sering digunakan masyarakat untuk kebutuhan modal kerja, investasi usaha, hingga peremajaan lahan perkebunan.
Demi efisiensi waktu dan keamanan, Alifia kerap berkoordinasi dengan tokoh masyarakat atau ketua kelompok tani sebelum menembus medan yang sulit dijangkau.
Pengalaman lapangan yang intensif telah membentuk cara pandang Alifia terhadap makna pekerjaannya.
“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur,” ucapnya.
Baginya, setiap berkas kredit yang disetujui membawa harapan besar bagi kesejahteraan sebuah keluarga.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa dedikasi seperti yang ditunjukkan Alifia mencerminkan peran strategis Mantri di tingkat akar rumput.
“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung,” ujar Dhanny, dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, kedekatan personal tersebut merupakan kekuatan utama bagi perbankan dalam memperluas inklusi keuangan secara merata.
Langkah ini diharapkan mampu memastikan kehadiran layanan keuangan yang relevan serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah.


















