Chandra Asri (TPIA) Percepat Penyelesaian Akuisisi Cycle & Carriage Bintang

persen

Chandra Asri (TPIA) Percepat Penyelesaian Akuisisi Cycle & Carriage Bintang

Jakarta – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) saat ini tengah mengintensifkan penyelesaian rangkaian aksi korporasi strategis yang tertuang dalam peta jalan jangka panjang perusahaan.

Salah satu fokus utama perseroan adalah akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.

Hingga saat ini, proses transaksi tersebut masih berada dalam tahap kondisional.

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan menyatakan bahwa perseroan belum dapat memastikan waktu pasti penyelesaian transaksi tersebut.

Pihak manajemen masih harus menuntaskan sejumlah proses administratif sebelum dokumen resmi dan transaksi dapat difinalisasi.

“Untuk rencana akuisisi tertentu, prosesnya masih bersifat kondisional. Kami masih menunggu proses conditional tersebut sebelum dapat memfinalisasi dokumen dan transaksi,” ujar Chrysanthi dalam acara TRACE34 di Sentul, Bogor, Minggu (13/9/2026).

Nilai estimasi pembelian aset tersebut diperkirakan mencapai 265 juta dolar Singapura atau setara dengan US$ 207 juta.

Langkah ekspansi ini dinilai krusial untuk memperluas portofolio bisnis perseroan di luar sektor inti yang selama ini digeluti, yakni energi, kimia, dan infrastruktur.

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi menjelaskan bahwa sektor mobilitas telah ditetapkan sebagai salah satu fokus pengembangan bisnis perusahaan ke depan.

Suryandi menyebutkan bahwa akuisisi tersebut akan melengkapi ekosistem bisnis yang telah dibangun perseroan sebelumnya.

Chandra Asri saat ini sudah memiliki jejak bisnis di Singapura melalui jaringan ritel bahan bakar bermerek Esso.

Dengan masuknya bisnis Cycle & Carriage, perseroan akan memperluas jangkauan ke sektor distribusi kendaraan, dealer, layanan purnajual, hingga penyewaan kendaraan komersial.

“Langkah ini bukan sekadar ekspansi ke bisnis baru, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem energi dan transportasi yang lebih terintegrasi di Asia Tenggara,” ungkap Suryandi, Jumat (21/8/2026).

Diversifikasi bisnis ini juga menjadi strategi utama perseroan dalam menjaga stabilitas kinerja keuangan.

Langkah tersebut diambil guna memitigasi dampak dari kondisi industri petrokimia global yang saat ini sedang mengalami fase penurunan atau downcycle.

Chrysanthi menambahkan bahwa diversifikasi ke sektor energi dan mobilitas terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan performa perusahaan.

Selain memproses akuisisi, Chandra Asri tetap melanjutkan berbagai proyek strategis lainnya sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan.

Beberapa proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir tahun ini dan siap beroperasi secara komersial pada 2027 mendatang.

Selain aspek bisnis, Chandra Asri juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan hari jadi ke-34 perusahaan yang diisi dengan kegiatan olahraga lingkungan atau plogging di kawasan Sentul, Bogor.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesadaran akan pelestarian alam di sekitar area operasional perusahaan.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar