Komisaris Borong Saham Konstruksi, Cuan 7% dalam Sehari

Rayhan Akhari

Komisaris Borong Saham Konstruksi, Cuan 7% dalam Sehari

Jakarta – Anggota Dewan Komisaris PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK), Hendro Martowardojo, secara agresif menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Aksi korporasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang yang dijalankan sang komisaris.

Berdasarkan data keterbukaan informasi, transaksi pembelian saham tersebut resmi dieksekusi pada 28 September 2026.

Hendro melakukan akumulasi saham melalui dua tahapan harga yang berbeda dalam periode waktu yang berdekatan.

Tahap pertama, ia membeli 164.700 lembar saham dengan harga Rp128 per lembar.

Selanjutnya, ia kembali menyerap 127.500 lembar saham dengan harga Rp127 per lembar.

Secara kumulatif, total saham yang diborong oleh Hendro mencapai 292.200 lembar saham.

Nilai keseluruhan dari transaksi tersebut tercatat mencapai angka Rp37,27 juta.

Sebelum melakukan pembelian tambahan ini, Hendro Martowardojo diketahui telah memiliki 5,2 juta lembar saham DGIK.

Kepemilikan tersebut setara dengan 0,09 persen dari total hak suara perusahaan.

Pasca transaksi, posisi kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 5.492.200 lembar saham.

Angka tersebut merepresentasikan sekitar 0,099 persen hak suara di PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

Langkah investasi ini terbukti memberikan hasil positif dalam waktu singkat bagi Hendro.

Pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, saham DGIK ditutup pada level Rp137 per lembar.

Meskipun harga tersebut mengalami koreksi tipis sebesar Rp2 atau 1,44 persen dibandingkan sesi sebelumnya, nilai aset yang dimiliki Hendro tetap meningkat signifikan.

Dengan harga penutupan tersebut, nilai 292.200 lembar saham yang baru dibeli kini bernilai sekitar Rp40,03 juta.

Jika dikalkulasikan dengan modal awal sebesar Rp37,27 juta, maka terdapat potensi keuntungan atau capital gain sebesar Rp2,76 juta.

Secara persentase, investasi tersebut telah mencatatkan potensi keuntungan bruto sebesar 7,40 persen hanya dalam hitungan hari.

Perlu dicatat bahwa perhitungan keuntungan ini masih bersifat kasar atau bruto.

Angka tersebut belum memperhitungkan komponen biaya transaksi maupun kewajiban pajak yang menyertai aktivitas perdagangan di pasar modal.

Keputusan komisaris untuk menambah kepemilikan saham di tengah fluktuasi pasar sering kali dianggap sebagai sinyal kepercayaan internal terhadap prospek kinerja perusahaan di masa mendatang.

Hingga saat ini, DGIK terus menjadi perhatian investor di sektor konstruksi nasional.

Kinerja saham emiten ini secara konsisten dipantau oleh para pelaku pasar di tengah dinamika harga saham LQ45 yang sempat mengalami tekanan harga dasar beberapa waktu lalu.

Peningkatan kepemilikan oleh pihak manajemen internal sering kali memberikan sentimen tersendiri bagi pergerakan harga saham di lantai bursa.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar