Jakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memastikan akan membuka lowongan kerja besar-besaran untuk lebih dari 20 ribu posisi guna mengoptimalkan pengelolaan aset perkebunan sawit negara.
Langkah rekrutmen masif ini sekaligus membantah isu miring yang menyebutkan perusahaan sedang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa perusahaan justru sedang fokus memperkuat struktur organisasi dan sumber daya manusia.
“Agrinas bukan melakukan PHK, justru kami akan merekrut banyak pekerja, karena untuk meningkatkan produktivitas kami harus memastikan seluruh tanaman dikelola dengan baik,” ujar Abdul Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI.
Ia merinci kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup 1.844 karyawan pimpinan, 9.500 mandor, serta 11 ribu pemanen.
Perusahaan memprioritaskan warga lokal untuk mengisi posisi mandor dan pemanen di setiap wilayah operasional.
Target pemenuhan karyawan pimpinan dijadwalkan rampung pada Juli 2026, sementara posisi mandor dan pemanen ditargetkan selesai paling lambat Agustus 2026.
Penambahan tenaga kerja ini menjadi kunci bagi perusahaan untuk mengejar target produksi tandan buah segar (TBS) sebesar 5 juta ton hingga akhir tahun 2026.
Proyeksi produksi TBS diprediksi melonjak signifikan dari 173 ribu ton pada Maret 2026 menjadi 678 ribu ton pada Desember 2026.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan perluasan luas tanaman menghasilkan dari 444.133 hektare menjadi 480.417 hektare.
Agrinas Palma Nusantara sendiri merupakan BUMN yang mengemban mandat mengelola lahan perkebunan hasil penertiban Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).






















