Aturan Ketat: Timnas Iran Wajib Tinggalkan AS Usai Laga Piala Dunia

persen

Los Angeles – Pemerintah Amerika Serikat menerapkan kebijakan restriksi ketat terhadap delegasi tim nasional sepak bola Iran yang berlaga dalam ajang Piala Dunia. Seluruh anggota tim diwajibkan meninggalkan wilayah Amerika Serikat hanya beberapa jam setelah pertandingan fase grup berakhir. Aturan ini mewajibkan timnas Iran tiba di AS sehari sebelum laga dan segera bertolak kembali ke markas mereka di Meksiko pada malam hari setelah pertandingan selesai.

Kebijakan ini memicu polemik di kalangan pelaku olahraga karena dianggap menghambat proses pemulihan fisik para pemain. Pelatih timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan keberatannya atas prosedur tersebut. Menurutnya, tim sangat membutuhkan waktu tambahan untuk beristirahat di California guna memaksimalkan kondisi fisik atlet sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Meksiko. Harapan tim untuk bermalam pasca-pertandingan tidak dikabulkan oleh otoritas setempat.

Direktur Eksekutif Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa prosedur tersebut merupakan ketetapan mutlak dari Pemerintah AS. Ia menjelaskan bahwa tidak ada pengecualian bagi delegasi Iran terkait durasi masa tinggal selama turnamen berlangsung. Pembatasan ini berkaitan erat dengan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Giuliani menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah memberikan arahan tegas bahwa siapa pun yang berafiliasi dengan IRGC tidak akan diberikan izin masuk ke wilayah Amerika Serikat, termasuk dalam konteks perhelatan Piala Dunia. Selain pembatasan waktu tinggal, kebijakan ini juga berdampak pada penolakan visa bagi sejumlah staf pendukung dan ofisial timnas Iran, meski seluruh pemain dan pelatih utama telah mendapatkan izin masuk.

Kendala teknis lainnya sempat dialami oleh pemain sayap Iran, Mehdi Torabi, yang visanya berakhir tepat setelah pertandingan pertama melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles. Namun, Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah menerbitkan visa masuk ganda baru guna memastikan pemain tersebut dapat berpartisipasi dalam laga-laga selanjutnya.

Di sisi lain, kapten timnas Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa mobilitas tim selama berada di Amerika Serikat terhambat oleh proses pemeriksaan keamanan yang intensif. Taremi menyebutkan bahwa perjalanan dari markas tim di Tijuana, Meksiko, menuju Los Angeles memakan waktu hingga lima jam akibat prosedur verifikasi yang ketat. Ia berharap pihak FIFA dapat memberikan intervensi atau bantuan lebih lanjut untuk memfasilitasi kebutuhan logistik tim selama turnamen.

Iran dijadwalkan kembali berlaga di Stadion Los Angeles pada Sabtu (21/6) menghadapi tim nasional Belgia. Sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan, delegasi Iran tetap harus mengikuti aturan masuk-keluar wilayah Amerika Serikat yang sangat terbatas. Hingga saat ini, ketegangan politik antara Washington dan Teheran tetap menjadi latar belakang utama yang memengaruhi dinamika penyelenggaraan pertandingan bagi timnas Iran di tanah Amerika.

Rekomendasi