JAKARTA – Saham PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC) melonjak tajam di tengah kabar kolaborasi strategis dengan PT Bisnis Bersama Berkah (Triple B). Meskipun detail kemitraan masih misterius, spekulasi pasar mendorong harga saham BRRC meroket 69,14% dalam sebulan terakhir.
Kabar penunjukan Triple B Advisory sebagai penasihat utama aksi korporasi ini memicu optimisme investor. Sekretaris Perusahaan Raja Roti, Nurjihan Khairunisa, menyatakan bahwa aksi korporasi ini diperkirakan tidak akan berdampak negatif secara material bagi perusahaan.
Reza Priyambada, Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, menilai bahwa kenaikan saham BRRC lebih disebabkan oleh spekulasi pasar terkait potensi kesepakatan dengan Triple B. “Pergerakan saham BRRC yang menguat tampaknya merupakan respons spekulatif dari pelaku pasar atas adanya kesepakatan dengan Triple B, meskipun belum ada kejelasan terkait kesepakatan bisnis apa yang akan dijalankan dan seperti apa tujuan akhirnya, karena ini masih tahap awal,” ujarnya.
Sentimen positif juga dipicu oleh rencana Triple B untuk mengakuisisi saham PT Multi Energy Jaya Abadi Tbk (MEJA), yang memperkuat persepsi investor terhadap potensi kolaborasi bisnis yang lebih luas.
Selain aksi korporasi ini, Raja Roti menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 56% menjadi Rp150 miliar pada tahun 2025. Target ini didorong oleh rencana peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan *frozen food* yang terus meningkat.
Pada semester I/2025, BRRC mencatatkan penjualan sebesar Rp54,66 miliar dengan laba bersih Rp647,8 juta. Total aset perusahaan mencapai Rp113,71 miliar, dengan liabilitas sebesar Rp34,83 miliar dan ekuitas sebesar Rp78,87 miliar.

























