Padang – Perum Bulog siap mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM) di 104 kelurahan di Kota Padang. Program ini hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Pemko Padang.
Tujuannya, memastikan distribusi pangan lancar dan harga terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Perum Bulog Sumbar, R. Darma Wijaya, menyatakan Bulog hadir sebagai alternatif distribusi bahan pangan, terutama beras.
Bulog menggandeng pemerintah daerah dalam koordinasi dan pelaksanaan di lapangan.
“Sinergi ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan dan menekan gejolak harga,” ujarnya.
Dalam GPM, Bulog menyediakan beras tanpa batasan jumlah, sesuai kebutuhan masyarakat. Harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasar.
Kelurahan dengan penjualan terbanyak akan mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI). Hal ini diharapkan mendorong partisipasi aktif seluruh kelurahan.
Bulog dan Pemko Padang optimistis ketersediaan dan keterjangkauan pangan terjaga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Bulog, BI Sumbar, dan Pemko Padang juga mendistribusikan beras langsung melalui kantor kelurahan. Tujuannya, menghindari biaya transportasi bagi masyarakat.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan.
“Kita akan menjual beras Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan lima kilogram,” kata Darma Wijaya. Harga ini lebih rendah dari HET sebesar Rp13.100 per kilogram.
Selain beras, Bulog juga menyalurkan minyak goreng rakyat merek MinyakKita dengan alokasi 15–20 dus per kelurahan. Produk tersebut dijual Rp15.000 hingga Rp15.500 per liter.





















