Jakarta – PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 112,86 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan signifikan ini menjadi kelanjutan dari momentum positif perusahaan yang sebelumnya sukses membalikkan kerugian menjadi laba bersih 109 persen pada tahun 2025.
Plt Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, menyatakan bahwa pencapaian ini didorong oleh kenaikan penjualan sebesar 10,17 persen menjadi Rp 221,09 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 200,67 miliar.
Efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam mendongkrak profitabilitas. Perusahaan berhasil menekan kenaikan beban pokok penjualan (COGS) hanya sebesar 5,04 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan. Dampaknya, laba kotor perusahaan meningkat 16,59 persen menjadi Rp 103,96 miliar.
Berkat strategi pengendalian beban usaha yang stabil, Phapros berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 761,49 juta pada tiga bulan pertama 2026. Angka ini merupakan pembalikan kondisi yang signifikan dibandingkan kuartal I 2025, di mana perusahaan masih mencatatkan rugi sebesar Rp 5,92 miliar.
Kesehatan finansial perseroan juga terlihat dari arus kas operasional yang melonjak 289 persen menjadi Rp 37,2 miliar, dari posisi minus Rp 19,6 miliar pada Maret 2025. Hal ini memperkuat saldo kas akhir periode perusahaan hingga 165 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ida menjelaskan bahwa kinerja ini diraih melalui strategi mitigasi risiko yang tepat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Untuk menghadapi kenaikan harga bahan baku akibat dinamika geopolitik, Phapros telah menerapkan kontrak pembelian sejak awal tahun guna mengamankan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Segmen obat generik bermerek (OGB) menjadi kontributor utama dengan lonjakan penjualan mencapai 59 persen atau setara Rp 128,70 miliar. Produk seperti obat antituberkulosis dan tablet tambah darah menjadi pendorong utama, sebagai bagian dari dukungan Phapros terhadap program kesehatan pemerintah dalam menangani TBC, anemia, dan stunting.
Sebagai entitas yang kini menjadi bagian dari Grup Biofarma, Phapros terus menjaga standar kualitas melalui sertifikasi CPOB, ISO, dan jaminan halal untuk lebih dari 200 item obat produksinya. Manajemen menyatakan tetap optimistis dapat mempertahankan performa positif ini hingga akhir tahun dengan terus mengedepankan inovasi dan efisiensi di seluruh lini bisnis.





















