Jakarta – TNI Angkatan Darat tengah memproses pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia dari Beirut, Lebanon. Praka Rico dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa pekan akibat luka berat yang dialami dalam insiden serangan artileri.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa saat ini proses administrasi pemulangan sedang berjalan. Pihak TNI juga telah berkomunikasi secara resmi dengan keluarga almarhum mengenai rencana pemakaman yang akan disesuaikan dengan keputusan pihak keluarga.
Meski demikian, pihak TNI belum dapat memastikan waktu pasti kepulangan jenazah ke tanah air. TNI AD menyampaikan belasungkawa mendalam dan memberikan penghormatan tertinggi atas pengabdian almarhum dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
Gugurnya Praka Rico menambah jumlah prajurit TNI yang wafat dalam dua insiden terpisah di wilayah misi UNIFIL, Lebanon Selatan. Sebelumnya, Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon juga gugur dalam tugas yang sama.
Insiden yang merenggut nyawa Praka Rico terjadi pada Minggu (29/3/2026) ketika pos penugasan kontingen Indonesia di Kota Adshit al-Qusyar diserang artileri. Dalam peristiwa tersebut, almarhum sempat mengalami luka berat bersama dua rekan lainnya, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang menderita luka ringan.
Sesaat setelah kejadian, Praka Rico segera dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong meski telah menjalani perawatan selama beberapa pekan. (ant/jpnn)
























