New York – Pasar saham Amerika Serikat mengawali sesi perdagangan hari Rabu (29/7/2026) dengan pergerakan negatif di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan sebesar 73,1 poin atau 0,14 persen ke posisi 52.674,21.
Indeks S&P 500 turut melemah 10,6 poin atau 0,14 persen ke level 7.418,16.
Indeks Nasdaq Composite menyusul dengan koreksi tipis 13,4 poin atau 0,05 persen menjadi 24.863,48.
Sentimen pelaku pasar tertekan oleh dua faktor utama, yakni antisipasi kebijakan moneter Federal Reserve dan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah dunia melonjak hingga 7 persen menjadi US$ 89,94 per barel setelah adanya pernyataan dari Presiden AS Donald Trump terkait respons terhadap serangan Iran di Yordania.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor mengenai stabilitas pasar energi dan dampaknya terhadap inflasi.
Di sisi lain, sektor teknologi yang menjadi motor penggerak pasar belakangan ini sedang berada dalam posisi rentan.
Investor kini menuntut bukti nyata atas efektivitas investasi bernilai miliaran dolar pada kecerdasan buatan (AI).
Keraguan muncul karena perusahaan-perusahaan besar AS tampak mengorbankan arus kas bebas demi ambisi pengembangan teknologi AI.
Tekanan ini semakin dipicu oleh persaingan ketat dari China yang mulai meluncurkan model-model AI dengan harga yang lebih terjangkau.
Hasil kuartalan perusahaan chip Korea Selatan, SK Hynix, yang meleset dari ekspektasi pasar turut memperburuk suasana.
Dampaknya terasa pada perdagangan saham sektor chip yang mengalami volatilitas tinggi di sesi pre-market.
Saham Nvidia terpantau stagnan, sementara Intel naik 0,7 persen, namun Applied Materials jatuh 3,2 persen dan Sandisk turun 1,2 persen.
“Tekanan bergeser dari rencana pengeluaran ke pengembalian investasi. Investor menginginkan bukti bahwa belanja modal AI menghasilkan pendapatan sekarang, sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan di masa depan,” ujar kepala strategi pasar di HB Wealth, Gina Martin Adams.
Di tengah gejolak tersebut, Seagate Technology mencuri perhatian dengan kenaikan saham sebesar 4,9 persen pasca merilis prediksi laba yang positif.
Sebaliknya, KLA Corp harus menghadapi penurunan harga saham hingga 9 persen meski mencatatkan pendapatan yang melampaui estimasi analis.
Fokus pelaku pasar selanjutnya tertuju pada laporan keuangan raksasa teknologi seperti Microsoft, Meta, Amazon, dan Apple yang akan dirilis pekan ini.
Keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve yang dijadwalkan pada pukul 14:00 ET menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Meskipun laporan terbaru menunjukkan tekanan harga mulai mereda, pasar masih mengantisipasi probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 39,4 persen.
Para pedagang juga menantikan pernyataan Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Selain sektor teknologi, pergerakan saham individu juga mewarnai pasar hari ini.
Ford Motor mencatatkan kenaikan saham sebesar 5,1 persen setelah merevisi naik proyeksi laba tahunannya.
Sementara itu, Procter & Gamble mengalami penurunan 2,7 persen akibat proyeksi pertumbuhan pendapatan yang melambat untuk tahun fiskal 2027.























