Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapalnya, Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang sempat tertahan di Selat Hormuz akibat memanasnya konflik di kawasan itu, kini siap melanjutkan pelayaran.
Kesiapan itu disampaikan setelah Iran membuka kembali jalur strategis tersebut pada Jumat (17/4).
Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengatakan perusahaan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan agar perjalanan kedua kapal berlangsung aman.
“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz, seiring dengan diumumkannya pembukaan jalur tersebut oleh Iran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4).
Ia menambahkan, PIS juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk memastikan pelayaran berjalan lancar. Langkah itu mencakup penyusunan rute, identifikasi risiko, penggunaan navigasi elektronik, hingga penyiapan rencana kontinjensi.
“Saat ini PIS secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri yang sangat membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat, guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.
Iran sebelumnya mengumumkan Selat Hormuz kembali dibuka sepenuhnya bagi kapal-kapal komersial setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata. Jalur perdagangan minyak global itu sempat ditutup di tengah memanasnya perang AS-Israel dengan Iran dalam beberapa pekan terakhir.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” kata Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi melalui X, Jumat (17/4).
Araghchi juga menyebut kapal-kapal komersial harus melintas melalui “rute terkoordinasi” yang diumumkan otoritas maritim Iran.





















