Jakarta – Sektor pertanian Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai motor penggerak utama ekonomi nasional dengan mencatatkan kinerja impresif di tengah tantangan ekonomi global. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sektor ini tidak hanya berhasil menjaga stabilitas, tetapi juga menunjukkan lonjakan nilai ekspor yang menembus angka Rp166,71 triliun sepanjang 2025.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal I 2026 yang dirilis BI menunjukkan aktivitas dunia usaha berada di zona ekspansi dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 10,11 persen. Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menyatakan bahwa kinerja dunia usaha tetap solid, didorong oleh sektor-sektor kunci seperti pertanian, kehutanan, perikanan, hingga industri pengolahan.
Kapasitas produksi nasional turut mengalami peningkatan menjadi 73,33 persen pada triwulan I 2026. Momentum ini didukung oleh tingginya permintaan domestik selama hari besar keagamaan, seperti Ramadhan dan Idul Fitri, serta keberhasilan musim panen raya yang memastikan ketersediaan pasokan pangan terjaga dengan baik.
BI memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut ke kuartal II 2026 dengan perkiraan SBT mencapai 14,80 persen. Optimisme tersebut didasarkan pada keberlanjutan musim panen serta kuatnya aktivitas ekonomi domestik yang terus tumbuh.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari orkestrasi kebijakan strategis yang konsisten. Program seperti percepatan tanam, optimalisasi lahan, hingga pompanisasi telah berhasil mendongkrak produktivitas secara signifikan. Strategi ini terbukti efektif mengubah pertanian dari sekadar sektor penyangga menjadi penggerak utama ekonomi.
Data menunjukkan kemandirian sektor pertanian kian nyata dengan penurunan nilai impor produk pertanian sebesar Rp41,68 triliun atau terkoreksi 9,66 persen pada 2025. Selain itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kini mencapai level tertinggi dalam sejarah, mendekati angka 5 juta ton, yang menjamin stabilitas pangan nasional.
Kesejahteraan petani pun mengalami peningkatan signifikan, terlihat dari capaian Nilai Tukar Petani (NTP) di angka 125,35, yang merupakan level tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Sementara itu, sektor pertanian menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,74 persen pada 2025, angka tertinggi yang dicatatkan dalam dua dekade terakhir.
Amran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga tren positif ini demi memastikan kedaulatan pangan tetap terjaga. Menurutnya, fondasi pertanian yang kuat merupakan syarat mutlak bagi ketahanan ekonomi nasional di masa depan.



















