Harga Minyak Anjlok 10 Persen Usai Pembukaan Kembali Selat Hormuz

persen

Jakarta – Harga minyak dunia mencatatkan penurunan tajam hingga 10 persen setelah Iran resmi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kebijakan tersebut meredakan kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi yang sempat mendongkrak harga dalam beberapa waktu terakhir.

Data Trading Economics menunjukkan kontrak berjangka minyak mentah Brent merosot hingga di bawah US$ 90 per barel pada Jumat, 17 April 2026. Bahkan, harga Brent sempat menyentuh level terendah dalam lima pekan terakhir di angka US$ 86 per barel pada pukul 21.00 waktu setempat.

Tren penurunan serupa juga dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak produksi Amerika Serikat ini sempat anjlok 10 persen ke level US$ 84 per barel. Hingga Sabtu sore, 18 April 2026, harga Brent terpantau berada di kisaran US$ 91 per barel, sementara WTI berada di angka US$ 83 per barel.

Keputusan Iran membuka Selat Hormuz diumumkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di tengah berlangsungnya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Jalur perairan strategis yang menyalurkan 20 persen perdagangan minyak dunia ini sebelumnya sempat ditutup sejak akhir Februari 2026 akibat eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Langkah ini memicu optimisme investor bahwa krisis pasokan energi global akan segera berakhir. Sentimen positif turut didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan bahwa konsesi Iran dapat membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas di kawasan tersebut.

Kabar pembukaan kembali jalur pelayaran ini disambut positif oleh PT Pertamina International Shipping (PIS). Perusahaan menyatakan kesiapannya untuk melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya tertahan akibat penutupan jalur.

Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pemantauan intensif dan menyusun rencana pelayaran yang aman. Langkah ini dilakukan agar armada kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat segera berlayar kembali melintasi Selat Hormuz dengan selamat.

Rekomendasi