Jakarta – Perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang akan segera ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6) memicu penurunan harga minyak dunia ke kisaran US$70 per barel. Kesepakatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar energi global karena akan membuka kembali akses Selat Hormuz yang sebelumnya sempat terblokir akibat konflik.
Data pasar menunjukkan harga minyak mentah jenis Brent merosot US$4,21 atau 5,1 persen menjadi US$78,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi lebih dalam sebesar US$4,70 atau 5,8 persen ke level US$76,05 per barel. Angka ini merupakan level terendah sejak awal Maret lalu.
Presiden AS Donald Trump menyambut baik kesepakatan tersebut. Melalui unggahan di media sosial Truth Social, ia menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali beroperasi normal tanpa pungutan biaya bagi kapal yang melintas.
“Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” seru Trump.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara telah rampung. Ia menyebut langkah ini sebagai hasil dari upaya diplomatik sekaligus pencapaian militer Iran.
“Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6),” ujar Kazem Gharibabadi.
Gharibabadi menambahkan bahwa mulai Jumat, Iran akan menghentikan peperangan di semua front, termasuk di Lebanon. Selain itu, AS juga berkomitmen untuk mengakhiri blokade laut yang selama ini diberlakukan terhadap Iran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kantor berita Iran Mehr, draf kesepakatan tersebut mencakup 14 poin krusial. Beberapa di antaranya adalah pengakhiran perang permanen, pencabutan blokade laut dalam 30 hari, penangguhan sanksi penjualan minyak, hingga rencana rekonstruksi ekonomi senilai US$300 miliar.
Selain itu, terdapat poin mengenai pencairan dana Iran yang dibekukan senilai US$24 miliar selama periode negosiasi 60 hari. Meski rincian resmi belum dirilis, kesepakatan ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang sebelumnya berada dalam ketegangan perang.




















