Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) masih menunggu arahan dari Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan (BP) BUMN terkait rencana merger BUMN karya. Sambil menanti keputusan lanjutan, perusahaan pelat merah itu terus menyiapkan sejumlah kajian sebagai dasar proses penggabungan.
Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Koentjoro mengatakan kajian yang disusun mencakup aspek legal, bisnis, hingga komersial. Ia menegaskan proses berikutnya belum bisa berjalan sebelum ada arahan resmi dari pemerintah.
“Kita masih buat kajian-kajian. Untuk proses berikutnya kita menunggu arahan dari Danantara dan BP BUMN,” ujar Koentjoro saat ditemui di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).
Koentjoro menyebut salah satu tantangan utama dalam merger BUMN karya adalah besarnya liabilitas yang masih ditanggung perusahaan. Karena itu, kajian mendalam diperlukan agar proses konsolidasi tidak menambah beban baru.
Di sisi lain, Danantara Indonesia memastikan merger BUMN karya tetap ditargetkan rampung tahun ini, meski jadwalnya bergeser dari rencana awal. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan target yang semula dipasang selesai pada Juni kemungkinan mundur ke bulan berikutnya.
“Kemungkinan besar (merger BUMN karya) itu mundur setelah saya lihat timeline-nya. Tapi, yang pasti tahun ini selesai,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (28/4), dikutip dari Antara.
Dony menjelaskan, merger BUMN sektor karya ditargetkan selesai pada semester II 2026 setelah seluruh perusahaan berada dalam kondisi sehat secara fundamental. Ia menambahkan, sepanjang tahun lalu pemerintah fokus melakukan pembersihan laporan keuangan, termasuk penyesuaian nilai aset dan pembenahan pembukuan BUMN karya.
Setelah restrukturisasi dan penurunan beban utang rampung, perusahaan-perusahaan tersebut akan masuk ke tahap konsolidasi usaha melalui skema merger.
“Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya. Itu fase untuk melakukan konsolidasi daripada bisnisnya melalui merger gitu ya,” ucap Dony.
Adapun tujuh BUMN karya yang masuk dalam rencana merger adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).





















