Jakarta – Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Tokopedia merupakan langkah strategis pasca-akuisisi oleh TikTok.
Kebijakan efisiensi ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian organisasi di bawah kendali TikTok sebagai pemegang saham mayoritas.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa PHK tersebut menyasar hingga 90 persen dari total karyawan Tokopedia.
Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan bahwa pihaknya menghormati penuh keputusan manajemen Tokopedia dalam melakukan restrukturisasi tersebut.
“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ujar Simon, Minggu (5/7).
Di sisi lain, pihak TikTok menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan demi keberlanjutan bisnis.
Juru Bicara TikTok mengungkapkan bahwa penyesuaian tersebut bertujuan mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan, komunitas kreator, serta para penjual di platform mereka.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” tegas Juru Bicara TikTok.
Terkait kondisi keuangan, GOTO menegaskan bahwa PHK massal ini tidak akan memberikan dampak material yang signifikan terhadap perseroan.
Manajemen GOTO menyebutkan bahwa dampak dari kebijakan tersebut hanya terbatas pada akun laba atau rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.
Tokopedia pun mengonfirmasi bahwa efisiensi ini tidak memengaruhi biaya layanan e-commerce yang diterima oleh GOTO.
“Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut,” tambah Simon.
Kabar mengenai perampingan karyawan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @ecommurz.
Informasi tersebut menyebutkan bahwa ByteDance selaku induk usaha TikTok berencana memangkas jumlah karyawan hingga menyisakan 10 persen saja di awal Juli 2026.



















