IHSG Melesat 4,24%, Cermati Saham dengan Net Buy Asing Terbesar

IHSG Melesat 4,24%, Cermati Saham dengan Net Buy Asing Terbesar

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa impresif dengan mempertahankan posisinya di atas level psikologis 6.000 selama sepekan terakhir.

Tren positif ini ditandai dengan penguatan indeks yang terjadi selama tujuh hari perdagangan berturut-turut.

Pada penutupan perdagangan Jumat (17/7/2026), IHSG berhasil parkir di level 6.175,53.

Secara akumulatif, indeks mencatatkan lonjakan sebesar 4,24% sepanjang pekan ini.

Dukungan utama terhadap reli IHSG tersebut datang dari derasnya aliran modal masuk dari investor asing pada akhir pekan.

Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan nilai beli bersih atau net buy jumbo sebesar Rp 638,57 miliar di seluruh pasar.

Meskipun demikian, jika ditarik dalam rentang waktu satu pekan, investor asing secara keseluruhan masih membukukan posisi jual bersih atau net sell senilai Rp 617,72 miliar.

Aktivitas akumulasi oleh investor asing terlihat lebih fokus pada sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps di tengah tren penguatan indeks.

Strategi selektif asing ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar domestik dalam memetakan pergerakan saham unggulan.

Berdasarkan data perdagangan sepekan terakhir, terdapat sepuluh saham yang menjadi sasaran utama aksi beli bersih investor asing.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menempati urutan pertama dengan akumulasi net buy mencapai Rp 229,08 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 225,79 miliar.

Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy asing sebesar Rp 217,64 miliar.

Sektor komoditas juga menarik minat asing, terlihat dari PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai beli bersih Rp 78,33 miliar.

Di posisi kelima, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) diborong asing senilai Rp 77,85 miliar.

Saham energi lainnya, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), menyusul dengan catatan net buy Rp 70,94 miliar.

Investor asing juga mengakumulasi saham PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan nilai Rp 57,44 miliar.

Sementara itu, sektor konsumer yang diwakili PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatatkan net buy sebesar Rp 37,94 miliar.

Daftar sepuluh besar saham incaran asing dilengkapi oleh PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar Rp 25,43 miliar.

Terakhir, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melengkapi daftar dengan nilai beli bersih asing mencapai Rp 23,55 miliar.

Konsistensi IHSG di atas level 6.000 mencerminkan optimisme pasar yang masih terjaga di tengah fluktuasi arus modal asing.

Para analis memandang bahwa akumulasi asing pada saham-saham big caps merupakan indikator kepercayaan investor terhadap fundamental emiten tersebut.

Kondisi pasar yang cenderung bullish dalam satu pekan terakhir memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar modal di Indonesia.

Seluruh data perdagangan ini mengacu pada laporan resmi pasar modal per Sabtu (18/7/2026).

Rekomendasi

Tinggalkan komentar