IHSG Melonjak 7,5 Persen Didorong Rencana Buyback BUMN dan Kenaikan BI-Rate

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan Selasa sore. Indeks ditutup menguat sebesar 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,65. Penguatan ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang naik 42,24 poin atau 8,01 persen ke posisi 569,32.

Kenaikan tajam tersebut didorong oleh kombinasi sentimen positif dari rencana strategis pemerintah melalui program pembelian kembali saham atau buyback oleh emiten berkapitalisasi pasar besar (big caps) sektor perbankan milik negara (Himbara). Rencana ini mencuat setelah adanya koordinasi intensif antara DPR RI, Kementerian BUMN, Danantara Indonesia, BPJS, serta jajaran asuransi milik negara. Upaya kolektif ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah fluktuasi pasar global maupun domestik yang sedang menekan sektor finansial.

Selain sentimen buyback, pergerakan pasar juga direspons positif atas keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen. Kebijakan moneter ini dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkuat nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi. Dengan kenaikan suku bunga tersebut, daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor asing kembali meningkat, yang memicu aliran dana masuk ke pasar modal domestik.

Sektor komoditas juga menjadi motor penggerak indeks setelah pemerintah memberikan kepastian mengenai mekanisme ekspor. Kepastian bahwa tidak ada penerapan skema gross split dalam ekspor meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Sebelumnya, investor sempat cemas mengenai potensi gangguan arus kas perusahaan eksportir yang diwajibkan menyerahkan sebagian hasil ekspor ke perantara negara. Dengan kejelasan regulasi ini, risiko yang menghantui sektor komoditas berkurang secara drastis.

Secara teknis, perdagangan hari ini mencatatkan volume yang sangat aktif. Tercatat sebanyak 2.714.279 kali transaksi dilakukan dengan total 45,06 miliar lembar saham yang berpindah tangan. Nilai transaksi harian mencapai Rp27,93 triliun. Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan dominasi penguatan dengan 678 saham ditutup di zona hijau, sementara hanya 89 saham yang mengalami pelemahan dan 48 saham lainnya stagnan.

Meski demikian, para analis pasar mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan Rabu berikutnya. Mengingat kenaikan yang terjadi pada hari ini cukup masif, pelaku pasar diperkirakan akan melakukan konsolidasi untuk mengunci keuntungan yang sudah diraih.

Kinerja IHSG pada hari ini sejalan dengan tren bursa regional Asia yang mayoritas berada di zona positif. Indeks Nikkei tercatat menguat 1,92 persen ke level 65.251,00, indeks Shanghai naik 1,28 persen ke 4.010,03, dan indeks Straits Times menguat 1,20 persen ke 5.023,67. Sementara itu, indeks Hang Seng menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,37 persen ke posisi 24.565,90.

Rekomendasi