IHSG Merosot ke 5.972, Rupiah Melemah dan Harga Emas Melonjak

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (22/5) dengan mencatatkan penurunan tajam sebesar 2,02 persen. Indeks utama Bursa Efek Indonesia ini terperosok 122 poin ke posisi 5.972 pada pukul 09.02 WIB.

Tekanan pada IHSG terjadi di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah dan penurunan harga emas domestik. Data transaksi awal mencatat volume perdagangan mencapai 909,69 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 489,02 miliar melalui 63,92 ribu kali frekuensi transaksi.

Kondisi ini tampak kontras dengan bursa saham regional Asia yang mayoritas berada di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang terpantau naik 0,37 persen, Hang Seng Hong Kong melesat 1,76 persen, SSE Composite China menguat 0,46 persen, dan Straits Times Singapura terapresiasi 0,30 persen.

Sentimen negatif juga membayangi mata uang Garuda. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 47 poin atau 0,27 persen ke level Rp 17.714 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

Di sisi lain, pasar logam mulia mencatatkan penurunan harga untuk emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Harga emas Antam turun Rp 12.000 menjadi Rp 2.788.000 per gram, dengan harga jual kembali (buyback) yang juga terkoreksi Rp 12.000 ke level Rp 2.592.000 per gram.

Sebaliknya, harga emas Galeri24 justru menunjukkan tren penguatan. Harga emas tersebut naik menjadi Rp 2.788.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.756.000 per gram, sementara harga buyback tercatat berada di posisi Rp 2.615.000 per gram.

Rekomendasi