Singapura – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan permohonan maaf kepada investor global menyusul gejolak ekonomi yang sempat melanda Indonesia. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Luhut saat melakukan pertemuan dengan para investor serta manajer investasi di Singapura.
Dalam diskusi tersebut, para investor menyoroti kekhawatiran mengenai volatilitas pasar, termasuk fluktuasi nilai tukar serta arus modal yang terpengaruh oleh tingginya suku bunga dan memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Luhut menyadari bahwa kondisi tersebut berdampak pada kenyamanan para investor di Indonesia.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan langkah mitigasi terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia hingga menembus angka US$ 100 per barel. Skenario ini diprediksi dapat memberikan tekanan tambahan terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kendati menghadapi tantangan global, Luhut mengeklaim bahwa ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding negara lain. Ia mencatat tingkat inflasi tetap terjaga di angka 2,4 persen, sementara pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 mampu menyentuh level 5,61 persen.
Sebagai langkah preventif, pemerintah kini tengah fokus mengantisipasi dampak lonjakan harga minyak lebih lanjut. Luhut telah memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah segera menyiapkan stimulus ekonomi guna menjaga stabilitas nasional pasca-Juli 2026.




















