Jakarta – Investor asing menunjukkan optimisme tinggi terhadap pasar modal Indonesia dengan mencatatkan nilai beli bersih atau net buy sebesar Rp 7,1 triliun sepanjang pekan yang berakhir pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Lonjakan arus modal masuk ini menjadi pembalikan arah yang signifikan dibandingkan pekan sebelumnya, di mana pelaku pasar global justru mencatatkan jual bersih mencapai Rp 3,36 triliun.
Data Stockbit mencatat dominasi aksi beli terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
PT United Tractors Tbk (UNTR) menjadi saham yang paling banyak diburu dengan nilai beli bersih mencapai Rp 469,18 miliar.
Selanjutnya, investor asing juga mengakumulasi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi beli bersih sebesar Rp 426,56 miliar.
Sektor komoditas juga tidak luput dari perhatian investor asing, terlihat dari aksi beli bersih pada saham PT Timah Tbk (TINS) sebesar Rp 243,99 miliar.
Namun, tidak seluruh saham mengalami tren penguatan minat dari investor mancanegara.
Investor asing terpantau melakukan aksi lepas saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan nilai mencapai Rp 203,11 miliar.
Secara keseluruhan, total transaksi beli oleh investor asing sepanjang pekan ini mencapai Rp 29,77 triliun.
Sementara itu, total transaksi jual yang dilakukan investor asing berada di angka Rp 22,67 triliun.
Aktivitas perdagangan ini turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk terus berada di zona hijau.
IHSG ditutup menguat 0,8 persen ke level 6.236,13 pada akhir pekan ini.
Secara akumulatif dalam satu pekan, indeks saham nasional tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,6 persen.
Pertumbuhan kinerja indeks juga diikuti dengan peningkatan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kapitalisasi pasar saat ini tercatat sebesar Rp 10.923 triliun, meningkat dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di angka Rp 10.870 triliun.
Meski indeks menguat, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan adanya penurunan pada sisi volume dan frekuensi perdagangan.
Volume transaksi perdagangan tercatat turun 31,23 persen dibandingkan pekan lalu menjadi 30,04 miliar saham.
Frekuensi perdagangan saham juga mengalami kontraksi sebesar 31,88 persen menjadi 1,81 juta kali transaksi.
Dominasi investor domestik dalam transaksi harian masih tetap terjaga meski mengalami sedikit pergeseran porsi.
Investor lokal memegang kendali atas 66 persen total transaksi saham selama sepekan ini.
Angka tersebut mengalami penurunan tipis dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 69 persen.
Sebaliknya, porsi transaksi investor asing justru mengalami peningkatan dari 31 persen menjadi 34 persen.
Tren ini menunjukkan adanya pergeseran minat yang cukup dinamis di pasar modal Indonesia selama periode perdagangan terakhir.




















