Investor Asing Lepas Saham Rp881 Miliar, Simak Daftar Incaran Jual

persen

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026).

Sentimen negatif yang dipicu oleh aksi jual masif dari investor asing menjadi pemicu utama koreksi indeks.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah sebesar 1,28 persen atau terpangkas 75,34 poin ke level 5.820,79.

Tekanan jual yang meluas ini mencerminkan tingginya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi pasar domestik saat ini.

Arus modal asing yang keluar secara deras dari berbagai sektor utama memperburuk performa bursa di awal pekan.

Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 881,58 miliar di seluruh pasar.

Dominasi tekanan jual terlihat dari jumlah saham yang melemah mencapai 449 emiten.

Sementara itu, hanya 214 saham yang mampu mencatatkan penguatan dan 149 saham lainnya bergerak stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 14,72 miliar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 8,69 triliun.

Hampir seluruh sektor mengalami kontraksi tajam akibat aksi jual tersebut.

Sektor infrastruktur memimpin penurunan dengan koreksi sebesar 1,58 persen.

Sektor barang baku menyusul dengan pelemahan sebesar 1,42 persen.

Sektor keuangan yang sering menjadi penggerak indeks utama juga terkoreksi sebesar 1,14 persen.

Penurunan juga melanda sektor transportasi sebesar 0,90 persen dan barang konsumer nonprimer sebesar 0,80 persen.

Sektor barang konsumer primer ikut melemah 0,75 persen, diikuti energi 0,48 persen, kesehatan 0,37 persen, teknologi 0,35 persen, serta perindustrian 0,31 persen.

Di tengah gempuran tren negatif, sektor properti dan real estat menjadi satu-satunya yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,71 persen.

Pelaku pasar saat ini mencermati daftar saham yang menjadi sasaran utama aksi jual oleh investor asing.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell tertinggi dengan nilai mencapai Rp 406,88 miliar.

Disusul oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih Rp 97,82 miliar.

Selanjutnya, investor asing melepas saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 71,29 miliar.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mencatatkan net sell senilai Rp 53,78 miliar.

Saham lainnya yang banyak dilego asing termasuk PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) senilai Rp 43,18 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turut tertekan dengan net sell sebesar Rp 40,21 miliar.

Kemudian, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat angka Rp 39,36 miliar.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) sebesar Rp 30,1 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 28,76 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) sebesar Rp 27,63 miliar.

Pola transaksi ini menunjukkan bahwa investor asing masih cenderung menarik diri dari saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip.

Kondisi pasar yang volatil ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.

Analis pasar menyoroti pentingnya mencermati pergerakan arus modal asing sebagai indikator utama stabilitas bursa.

Para investor disarankan untuk tetap waspada dan menerapkan strategi manajemen risiko yang ketat dalam menghadapi fluktuasi indeks.

Rekomendasi

Tinggalkan komentar