Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual yang signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin (29/6/2026).
Indeks acuan Bursa Efek Indonesia tersebut ditutup merosot tajam sebesar 1,28 persen atau terkoreksi 75,34 poin ke level 5.820,79.
Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang terjadi pada akhir pekan lalu, di mana IHSG juga sempat ditutup di zona merah.
Data dari Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business menunjukkan bahwa mayoritas indeks sektoral bergerak melemah secara serempak.
Sektor infrastruktur mencatatkan performa terburuk dengan penyusutan sebesar 1,58 persen.
Pelemahan juga melanda sektor barang baku yang tergerus 1,42 persen dan sektor keuangan yang turun 1,14 persen.
Sektor transportasi, barang konsumer non-primer, serta barang konsumer masing-masing mengalami tekanan sebesar 0,90 persen, 0,80 persen, dan 0,75 persen.
Tekanan jual juga menyasar sektor energi, kesehatan, teknologi, dan perindustrian dengan rentang penurunan antara 0,31 persen hingga 0,48 persen.
Sektor properti dan real estate menjadi satu-satunya kelompok saham yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan sebesar 0,71 persen.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total volume sebanyak 14,72 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang terbentuk mencapai Rp 8,69 triliun.
Secara keseluruhan, sebanyak 449 saham mengalami pelemahan dan menjadi beban utama bagi pergerakan indeks.
Sementara itu, hanya 214 saham yang berhasil menguat di tengah sentimen negatif pasar.
Terdapat pula 149 saham lainnya yang ditutup stagnan.
Meskipun indeks secara keseluruhan mengalami koreksi, investor asing tetap menunjukkan minat terhadap beberapa emiten tertentu.
Aksi beli bersih atau net buy asing terpantau masih mengalir ke sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar dan menengah.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai beli bersih asing terbesar pada Senin (29/6/2026):
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memimpin dengan net buy sebesar Rp 55,87 miliar.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyusul di posisi kedua dengan nilai Rp 39,86 miliar.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 36,54 miliar.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menarik minat asing dengan nilai Rp 15,32 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net buy sebesar Rp 13,02 miliar.
PT Timah Tbk (TINS) menyusul dengan angka Rp 11,98 miliar.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatatkan nilai beli bersih Rp 11,95 miliar.
PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mencatat nilai sebesar Rp 11,52 miliar.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berada di posisi kesembilan dengan Rp 10,24 miliar.
Terakhir, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melengkapi daftar dengan nilai beli bersih sebesar Rp 6,27 miliar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah tekanan pasar global maupun domestik, selektivitas investor asing terhadap emiten tertentu tetap tinggi.
Para pelaku pasar kini menanti arah kebijakan ekonomi selanjutnya untuk menentukan langkah investasi jangka pendek.























