PT Jasa Marga Tbk mencatatkan volume transaksi 647,5 juta kendaraan sepanjang semester I 2026, naik 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut mendongkrak laba bersih perusahaan menjadi Rp 1,91 triliun seiring dengan optimalisasi konektivitas jaringan jalan tol nasional.
Grup Salim resmi mengakuisisi penuh Keppel Data Centres yang kini berganti nama menjadi IndoData Center. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pusat data nasional dalam merespons lonjakan permintaan komputasi AI dan hyperscale di Indonesia.
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,5 triliun pada semester I-2026, tumbuh 10,63% secara tahunan. Kinerja solid ini didorong oleh peningkatan volume penjualan serta strategi ekspansi ekspor dan penguatan pasar domestik di tengah tantangan industri semen.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatatkan kinerja positif pada semester I-2026 dengan pendapatan mencapai US$ 2,55 miliar atau naik 6,25 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen pertambangan dan perdagangan batubara, yang turut mendongkrak laba bersih perusahaan sebesar 10,52 persen.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi memperpanjang fasilitas kredit senilai Rp1,3 triliun melalui anak usahanya, Protelindo dan Iforte. Langkah strategis bersama Bank UOB Indonesia ini bertujuan menjaga likuiditas dan mengoptimalkan struktur modal grup untuk operasional ke depan.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,91 triliun pada semester I-2026, melonjak 34 persen secara tahunan. Dengan fundamental keuangan yang kokoh dan dominasi penjualan domestik, ANTM optimistis menjaga momentum pertumbuhan positif hingga akhir tahun.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja impresif pada semester I-2026 dengan kenaikan laba bersih sebesar 34% menjadi Rp 6,91 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan operasional di seluruh lini bisnis serta strategi efisiensi yang menjaga fundamental keuangan perusahaan tetap kokoh.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 34 persen menjadi Rp 6,91 triliun pada semester I-2026. Pertumbuhan ini didorong oleh penguatan kinerja operasional, disiplin pengelolaan arus kas, serta dominasi penjualan emas yang berkontribusi 80 persen terhadap total pendap...
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja impresif dengan laba bersih mencapai Rp 6,91 triliun pada semester pertama 2026. Capaian ini melonjak 34 persen secara tahunan, didorong oleh pertumbuhan penjualan bersih serta kontribusi dominan dari segmen emas dan nikel.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan lonjakan laba usaha sebesar 283% pada semester I 2026. Pertumbuhan kinerja ini didorong oleh peningkatan pendapatan dari bisnis jalan tol serta penjualan kendaraan listrik yang terus menunjukkan tren positif.
Tingginya suku bunga global memaksa investor meninjau ulang portofolio di pasar saham AS dan aset kripto. Meski pasar ekuitas tertekan, Bitcoin dan Ethereum menunjukkan perlawanan, sementara strategi diversifikasi ke instrumen berbasis dolar AS kini menjadi pilihan menarik di tengah volatilitas.
Suku Bunga Global Tinggi, Begini Prospek Saham AS dan Kripto
Bursa Efek Indonesia membuka peluang untuk melantai di pasar modal melalui IPO setelah proses demutualisasi rampung. Langkah strategis ini akan dilakukan secara bertahap, diawali dengan rights issue untuk mengubah struktur kepemilikan bursa agar lebih ideal bagi publik.
BEI Beri Sinyal IPO Setelah Proses Demutualisasi Bursa Rampung
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan menerbitkan 7,87 miliar saham baru melalui rights issue senilai Rp 2.150 per lembar. Dana hasil aksi korporasi ini rencananya digunakan untuk mengakuisisi PT Frisian Flag Indonesia senilai Rp 14,56 triliun guna memperkuat posisi di pasar.
Ultrajaya (ULTJ) Terbitkan 7,87 Miliar Saham Baru untuk Rencana Akuisisi
Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level Rp 17.758 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Penurunan sebesar 0,03% tersebut menandai pelemahan mata uang Garuda selama tujuh sesi berturut-turut di tengah dinamika pasar mata uang Asia.
Rupiah Melemah Tipis ke Rp 17.758 Per Dolar AS Hari Ini