Kementan Salurkan 17 Juta Bibit Kopi Dongkrak Ekonomi Aceh

Pemerintah targetkan ekspor kopi nasional naik hingga Rp200 triliun, fokus pengembangan kopi Gayo, dukung petani Aceh dengan 17 juta bibit serta kebijakan tata kelola ekspor satu pintu.

persen

amran-guyur-17-juta-bibit-kopi-ke-aceh-hingga-targetkan-ekspor-rp200-t
Amran Guyur 17 Juta Bibit Kopi ke Aceh hingga Targetkan Ekspor Rp200 T

Bener Meriah – Pemerintah menargetkan lonjakan nilai ekspor kopi nasional hingga mencapai Rp200 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis target tersebut dapat tercapai seiring dengan penguatan posisi kopi Indonesia, khususnya kopi Gayo, di pasar global.

“Ekspor kita sudah mencapai nilainya Rp40 triliun. Kalau bisa kita tingkatkan sampai Rp100 triliun ke depan, bila perlu Rp200 triliun. Itu pasti bisa,” ujar Amran di Rimba Raya, Bener Meriah, Selasa (14/7).

Amran menyebut kopi Gayo memiliki reputasi internasional yang sangat kuat.

Ia bahkan mengaku pernah berdiskusi langsung dengan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton yang secara khusus membahas kualitas kopi asal Aceh tersebut.

“Waktu kami kunjungan ke Meksiko dan Argentina, ketemu Bill Clinton. Yang dibahas adalah kopi Gayo. Di situ saya terharu,” ungkapnya.

Guna mendukung ambisi tersebut, Kementerian Pertanian telah menyalurkan 17 juta bibit kopi untuk lahan seluas 17 ribu hektare di Aceh.

Program ini diklaim berhasil mendongkrak pendapatan petani kopi di wilayah tersebut hingga mencapai Rp4 triliun per tahun.

“Kopi, kita tanam kopi, laporannya Pak Bupati tadi itu bisa meningkatkan pendapatan petani, pekebun di sini Rp4 triliun. Itu kita berikan 17 ribu hektare, dengan jumlah batang 17 juta kopi untuk seluruh Aceh,” jelas Amran.

Pemerintah juga mencatat kenaikan harga kopi Gayo di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp110 ribu per kilogram, naik signifikan dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan tata kelola ekspor satu pintu.

Langkah ini bertujuan agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam menentukan harga komoditas di pasar internasional.

Ke depan, pemerintah berkomitmen melanjutkan dukungan pengembangan perkebunan kopi di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran khusus selama dua hingga tiga tahun ke depan.

Program ini merupakan bagian dari percepatan hilirisasi subsektor perkebunan dengan total anggaran Rp9,5 triliun untuk tujuh komoditas strategis nasional.

Rekomendasi