Surabaya – Pemerintah menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk mendongkrak produktivitas lahan perkebunan, khususnya tebu dan sawit. Rp 9,95 triliun dialokasikan untuk pengadaan bibit, sementara Rp 1,6 triliun ditujukan untuk peremajaan tanaman tebu yang tidak produktif atau program bongkar ratoon. Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan dana tersebut telah cair dan akan terus dipantau pelaksanaannya.
Program ini, diungkap Amran dalam rapat koordinasi di kantor PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Surabaya, Jawa Timur, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan dan menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) ditunjuk sebagai pendamping pelaksanaan di lapangan.
Peremajaan lahan seluas 100 ribu hektare ditargetkan rampung dengan dana Rp 1,6 triliun. Jawa Timur menjadi fokus utama dengan alokasi sekitar 70 ribu hektare di 26 kabupaten. Amran juga mendesak BUMN pangan untuk mendorong petani segera melakukan peremajaan tanaman tebu, dengan target penyelesaian ideal dalam tiga bulan. Program ini akan berlanjut di tahun berikutnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mencapai target produksi gula nasional 5 juta ton pada 2027, sejalan dengan target swasembada gula konsumsi pada 2028 dan swasembada gula nasional penuh pada 2030, termasuk untuk industri dan bioetanol.
Amran menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan industri untuk mencapai target tersebut dan mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pemerintah, imbuhnya, telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, mulai dari intensifikasi dan ekstensifikasi hingga pembangunan infrastruktur dan kebijakan yang berpihak kepada petani tebu.





















