Kepala Badan Gizi Nasional Bantah Program Makan Bergizi Gerus Anggaran

Pemerintah targetkan renovasi lebih dari 70 ribu sekolah tahun ini, pastikan program Makan Bergizi Gratis tidak mengabaikan perbaikan infrastruktur pendidikan.

Rayhan Akhari

bos-bgn-bantah-mbg-gerus-anggaran-renovasi-sekolah
Bos BGN Bantah MBG Gerus Anggaran Renovasi Sekolah

Jakarta – Pemerintah menargetkan perbaikan lebih dari 70 ribu unit sekolah pada tahun ini sebagai bukti komitmen pembangunan infrastruktur pendidikan tetap berjalan beriringan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan bahwa narasi yang menyebut anggaran negara tersedot habis untuk MBG hingga mengabaikan perbaikan sekolah adalah keliru.

Ia memastikan pemerintah justru terus menggenjot revitalisasi sekolah, bahkan jumlahnya berpotensi mencapai 90 ribu unit sesuai arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Tahun ini yang mau direnovasi itu lebih dari 70 ribu, bahkan Pak Mendikdasmen pernah mengutarakan bisa jadi hampir 90 ribu sekolah. Yang itu langsung dari pemerintah pusat,” ujar Sudaryono di kantornya, Rabu (29/7).

Pernyataan ini disampaikan merespons viralnya foto siswa di SDN Tanggirejo, Grobogan, yang menyantap makanan di depan ruang kelas dengan atap rusak.

Sudaryono menjelaskan bahwa kerusakan bangunan sekolah merupakan masalah lama yang sudah ada sebelum program MBG digulirkan.

Ia menegaskan tidak tepat jika kondisi fisik sekolah dibandingkan dengan pembangunan dapur MBG yang dikerjakan oleh pihak mitra.

“Dapur MBG ini yang bangun adalah mitra, sementara perbaikan sekolah ini dua hal yang berbeda,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai program prioritas secara simultan, termasuk peningkatan subsidi pupuk dan revitalisasi irigasi.

Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi sekolah yang rusak melalui kanal resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar segera mendapatkan penanganan.

“Kalau ada sekolah rusak yang ditemukan itu cukup lapor. Ada portalnya di Dikdasmen, pasti diperbaiki,” pungkasnya.

Rekomendasi