Jakarta – Saham-saham dalam indeks LQ45 dengan rasio harga terhadap laba (Price Earning Ratio/PER) rendah mendominasi pergerakan positif di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis (30/7/2026).
Seluruh emiten yang masuk dalam kategori PER terendah mencatatkan kinerja menguat atau setidaknya stagnan, tanpa ada satu pun yang mengalami pelemahan harga.
Data dari Pusat Data Kontan menunjukkan lonjakan signifikan dialami oleh sektor peternakan dan kertas.
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 3,81%.
Tidak jauh tertinggal, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) membukukan kenaikan 3,80%.
PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) juga mencatatkan apresiasi harga sebesar 3,79%.
Selain itu, saham sektor perbankan seperti PT Bank Negara Indonesia (BBNI) tercatat menguat sebesar 2,60%.
Sementara itu, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) kembali masuk dalam daftar pantauan namun ditutup stagnan pada harga Rp404.
Secara keseluruhan, total nilai transaksi di pasar modal mencapai Rp12,9 triliun.
Porsi pasar negosiasi terpantau kembali ke level normal di angka Rp1,6 triliun, setelah sempat terjadi lonjakan drastis pada sesi sebelumnya yang mencapai Rp10,8 triliun.
Investor asing masih mempertahankan posisi beli bersih (net buy) meskipun volumenya melambat.
Data menunjukkan investor asing mencatatkan net beli sebanyak 1,00 miliar saham dengan nilai Rp262,9 miliar.
Pada kelompok saham dengan PER tertinggi, PT Merdeka Copper Gold (MDKA) menarik perhatian setelah melakukan debut di daftar tersebut.
MDKA menggantikan posisi PT Vale Indonesia (INCO) dan langsung mencatatkan kenaikan harga terbesar di kelompoknya, yakni 3,07%.
PT Bumi Resources (BUMI) juga menunjukkan pemulihan dengan menguat 1,89% setelah sempat melemah pada sesi perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, PT Semen Indonesia (SMGR) mengalami tekanan jual tipis sebesar 0,34%.
Meski melemah, SMGR tetap memegang status sebagai emiten dengan rasio harga terhadap nilai buku (Price to Book Value/PBV) terendah di antara 20 saham yang diamati, yakni di level 0,23 kali.
Kondisi berbeda terlihat pada PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) yang masih tertahan di level harga Rp50.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan PT United Tractors (UNTR) menjadi pemberat di kelompok PER tertinggi.
Kedua saham tersebut masing-masing mencatatkan pelemahan sebesar 1,52% untuk CUAN dan 1,02% untuk UNTR.
Sebagai catatan, PER merupakan indikator untuk melihat berapa kali lipat harga saham dibandingkan dengan laba bersih per sahamnya.
Sementara itu, PBV berfungsi membandingkan harga pasar saham dengan nilai aset bersih perusahaan per lembar sahamnya.



















