Melacak Jejak Radikalisasi di Balik Aksi Penembakan Donald Trump

persen

Washington, DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pelaku upaya penembakan dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih pada Sabtu malam telah teradikalisasi. Berdasarkan manifesto yang ditemukan oleh pihak berwenang, pelaku diketahui memiliki kebencian mendalam terhadap para pejabat pemerintahan.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengonfirmasi bahwa penyidik menemukan bukti kuat bahwa pelaku menargetkan Trump serta jajaran pemerintahannya yang hadir di Washington Hilton. Tersangka, yang diidentifikasi oleh berbagai media sebagai Cole Tomas Allen (31), diduga membawa senapan, pistol, dan sejumlah pisau ke lokasi acara sebelum diringkus oleh agen Secret Service.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump menyebut pelaku sebagai sosok yang mengalami gangguan jiwa. Ia menyoroti perubahan ideologi ekstrem yang dialami Allen, yang mulanya seorang yang religius namun kemudian berubah menjadi anti-Kristen dan anti-pemerintah.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa Allen menempuh perjalanan dari California ke Washington, DC, menggunakan kereta api melalui Chicago. Meskipun seorang petugas keamanan yang mengenakan rompi antipeluru mengalami luka tembak dalam insiden tersebut, kondisi korban dilaporkan stabil dan sedang dalam pemulihan. Hingga kini, tersangka bersikap tidak kooperatif dan dijadwalkan menghadapi berbagai dakwaan pada Senin, 27 April 2026.

Manifesto yang ditulis Allen juga berisi tuduhan serius terhadap pribadi Trump. Menanggapi hal tersebut, Trump membantah keras tuduhan yang mencap dirinya sebagai pelaku kejahatan seksual dan pengkhianat. Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut hanyalah omong kosong dari seseorang yang tidak sehat secara mental.

Di sisi lain, peristiwa ini dimanfaatkan oleh Trump untuk kembali mendorong rencananya membangun ruang dansa besar dengan sistem keamanan ketat di halaman Gedung Putih. Proyek senilai US$400 juta tersebut selama ini mendapat penolakan publik dan hambatan hukum, namun Trump bersikeras bahwa ruang dansa yang aman sangat diperlukan untuk melindungi presiden serta pejabat tinggi dari ancaman serupa di masa depan.

Saat ini, lokasi kejadian telah disterilkan, sementara penyelidikan mendalam terus dilakukan oleh aparat penegak hukum untuk mengungkap motif pasti serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aksi teror tersebut.

Rekomendasi